Pekanbaru

Paripurna DPRD Riau Diwarnai Interupsi Mahasiawa

12 Pejuang yang lahir di Riau mendapat penghargaan dari Gubenur Riau Arsadjuliandi Rachman saat Rapat Paripurna DPRD Riau (Foto: RMC/Andika)

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Pemandangan menarik di sela-sela Rapat Paripurna DPRD Riau dalam rangka Hari Jadi Provinsi Riau ke-61. Sempat berjalan lancar, tiba-tiba saja suasana menjadi gaduh karena ada kelompok mahasiswa yang hadir melakukan interupsi.

Pantauan Riaumandiri.co, kegiatan diawali dengan pidato Ketua DPRD Riau Septina Primawati yang memimpin jalannya paripurna. Selanjutnya, giliran Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan sambutan. Di penghujung sambutan, sejumlah mahasiswa yang berada di ruang paripurna berteriak. 

Dengan membawa piagam, mahasiswa yang dikomandoi oleh Presiden BEM Universitas Riau Randi Andiyana menyampaikan apresiasinya terkait penyerahan pengelolaan Blok Rokan ke PT Pertamina. Akan tetapi, mereka ingin pemerintah daerah mengupayakan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ikut serta dalam pengelolaan sumur minyak terbesar kedua di Indonesia itu.

"Tunggu sebentar, tunggu sebentar," ujar Randi yang duduk bersama rekannya di bangku paling belakang ruang paripurna memotong sambutan Gubri.

Ia meneriakan bahwa dirinya bersama mahasiswa lain telah berupaya bersurat kepada DPRD Riau untuk bertemu. Namun hingga kini permintaan mahasiswa tidak diakomodir. Karena itu dirinya berupaya agar bisa masuk dan menyuarakan keinginan mahasiswa.

Namun peristiwa itu tidak berlangsung lama. Belasan petugas keamanan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung mendekap dirinya. Ia dipaksa keluar dengan cara ditarik oleh petugas keamanan. Peristiwa itu sempat membuat pandangan tamu undangan tertuju ke arah Randi. Sambil dibekap petugas Keamanan, dirinya tetap meyakinkan agar petugas melepaskan. 

Ketua DPRD Riau Septina Primawati usai sidang mempertanyakan pihak pengamanan. Kepada wartawan, Politisi Golkar itu mengaku tidak menyangka aksi mahasiswa bisa sampai ke dalam ruang paripurna.

"Nggak mengira sampai begini. Masuk ke dalam. Keamanan mungkin kali yang enggak siap. Dilepas ya mereka," kata Septina. 

Saat ditanyakan soal pernyataan mahasiswa yang sudah berupaya untuk bertemu Dewan, Septina membantah. Ia bahkan tidak pernah mendapati surat dari mahasiswa untuk bertemu. "Mana suratnya, enggak ada? Mau ketemu kapan?," tanya politisi wanita dari Partai Golkar itu.

Sementara itu, di luar Gedung DPRD, mahasiswa melaksanakan unjuk rasa hingga paripurna selesai. Adapun tuntutan mahasiswa di luar Gedung DPRD sama dengan apa yang disuarakan Randi saat berada di dalam ruang paripurna. Mahasiswa mendesak agar Pemda berupaya sekuat tenaga agar BUMD bisa mengelola Blok Rokan. 

Ketua DPRD Riau Septina Primawati bersama Wakil Ketua DPRD Noviwaldy Jusman langsung mendatangi mahasiswa di luar. Kepada mahasiswa, Septina berjanji akan membicarakan keinginan mahasiswa tersebut dengan DPRD Riau. Kemudian berupaya menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat. 

Reporter: Dodi Ferdian


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar