Webinar Literasi Digital: Produktif di Era Digital

Rabu, 01 September 2021 - 15:04 WIB

RIAUMANDIRI.CO, INHU - Webinar literasi digital pada pagi ini, Rabu, 01 September 2021 dimulai pukul 08.59 yang dibuka oleh moderator, Hesti Aprianti. Moderator membuka acara dengan salam, tagline webinar literasi digital “Salam Literasi Indonesia Makin Cakap Digital”, dan doa bersama. Moderator menyapa para narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta webinar. Tema pada pagi ini adalah “Hidup Produktif di Era Digital”. Moderator memersilahkan seluruh peserta webinar untuk berdoa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara selanjutnya, para narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta mendengarkan sambutan dari keynote speech, Samuel A. Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo. Dilanjutkan dengan moderator menyapa key opinion leader, @ghinabastiana selaku Watercolor Illustrator, Influencer, & Dosen. Moderator menyapa sekaligus berbincang dengan key opinion leader seputar tema webinar hari ini pada pukul 09.12.

Moderator melanjutkan dengan membacakan tata tertib selama berjalannya webinar literasi digital. Setelah membacakan tata tertib, pukul 09.2O narasumber pertama yaitu, Arief Wicaksono. membawakan materi. Beliau adalah seorang Finance and Accounting Manager & Pehobi Foto. Materi yang disampaikan adalah “Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif di Era Digital”.

SUMMARY: Cara untuk mengubah hobi menjadi peluang usaha yang harus kamu lakukan adalah memahami target pasar kita, ketahui hobi kita terlebih dahulu, ide peluang usaha terbaik adalah ide yang membantu memecahkan sebuah masalah tertentu, jual kreasi dari hobi kita, bangun koneksi dan relasi dengan orang lain, ajarkan hobi kita kepada orang lain, bangun branding produk dengan membangun network yang sesuai dengan produk kita, dan kembangkan kemampuan kita dalam berbagai aspek.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 116 juta. Sekitar 90 jutanya adalah Generasi Z & Milenial. Sekitar 13 persen dari 116 Juta tersebut atau 15 juta penduduk mengaku suka berbelanja menggunakan internet. Generasi milenial (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (kelahiran 1997 keatas) identik dengan generasi yang tumbuh bersama dan bergelimang dengan teknologi. Sejak lahir, penemuan teknologi awal milenium ketiga seperti komputer, smartphone, hingga perangkat digital lain seolah menunggu mereka. • Generasi X (kelahiran tahun 1965-1980) dan generasi baby boomers (1946-1964) tak sepenuhnya merasakan hal itu. Saat milenial dan gen-Z tumbuh, secara tidak langsung terjadi transisi demografi dan transisi digital. Berkat kemajuan peradaban, banyak hal bisa dilakukan dengan mudah, mulai dari akses informasi hingga belanja di internet. Di Indonesia, secara populasi generasi Z adalah yang terbanyak. Jumlahnya mencapai 72,8 juta (27 persen) dari 267 juta penduduk Indonesia pada 2019. Sedangkan millennial mencapai 66,7 juta (25 persen), dan gen-X jumlahnya mencapai 21 persen dari total populasi. 

Ciri-ciri hidup konsumtif adalah gengsi yang tinggi, membeli hanya untuk status, tidak mau ketinggalan tren, tidak bisa mengontrol diri saat ada penawaran menarik. Dampak negativenya adalah tidak bisa mengatur dan mengendalikan diri, terjebak hutang dan berurusan dengan penagih hutang, terjebak dalam gaya hidup matrealistis, hedonism sehingga menghalalkan segala cara. Kondisi saat ini, kemudahan berbelanja membuat perilaku konsumtif semakin mudah, kini barang apapun bisa didapatkan hanya dengan menekan layar ponsel. Terjadi Ketika seseorang membeli berdasarkan keinginan saja bukan kebutuhan. Merubah pola pikir digital dengan cara melakukan yang bermanfaat untuk jangka pendek & Panjang, membeli yang dibutuhkan bukan diinginkan, melihat dari berbagai sudut pandang, selalu penasaran dan berpikir kritis, dan bersikap adaptif. Buatlah anggaran belanja, ketahui pemasukan total setiap bulan, buat daftar kewajiban yang harus dibayarkan, buat prioritas kebutuhan, bedakan rekening pribadi & usaha, dan bijak & disiplin menggunakan dompet digital. 

Hal-hal yang semula hobi bisa menjadi peluan usaha adalah menjadi penulis, jika Kita memiliki keahlian dan hobi menulis, maka tidak ada salahnya mencoba membuka penawaran kerja sama sebagai freelance content writer untuk mengisi website-website bonafit. Adapun menjadi fotografer, dengan mencari lomba-lomba fotografi, ikut pameran fotografi, dan lain-lain. Pahami target pasar kita, ketahui hobi kita terlebih dahulu, ide peluang usaha terbaik adalah ide yang membantu memecahkan sebuah masalah tertentu, jual kreasi dari hobi kita, bangun koneksi dan relasi dengan orang lain, ajarkan hobi kita kepada orang lain, bangun branding produk dengan membangun network yang sesuai dengan produk kita, dan kembangkan kemampuan kita dalam berbagai aspek. Pukul 09.39 pemaparan dari narasumber pertama selesai. 

Narasumber kedua yaitu, Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom. menyampaikan materi pada pukul 09.42. Beliau adalah seorang Dosen Sekolah Vokasi IPB, Sekretaris Program Studi Manajemen Informatika. Materi yang disampaikan berjudul “Hidup Produktif di Era Digital: Tips dan Trik Aman Bertransaksi Digital”. 

SUMMARY: Tips aman bertransaksi dengan cara jangan memberikan PIN, kode OTP kepada siapapun, aktifkan notifikasi, hilangkan jejak keuangan, pastikan bank resmi atau aplikasi yang mendapat pengawasan resmi, hindari penggunaan Wifi public, ganti password secara berkala, dan laporkan kartu.

Pembayaran non tunai seperti mobile banking atau perangkat transaksi virtual lainnya itulah trust yang dimiliki oleh masyarakat digital. Berbagai macam pembayaran transaksi digital adalah melalui M-Banking, SMS Banking, internet banking, dan uang elektronik. Aplikasi digital payment seperti Ovo yang digunakan untuk aplikasi pembayaran internet, listrik, pulsa transfer, dan lain-lain. Kedua, dana yaitu aplikasi untuk membayar asuransi, air, BPJS. Ketiga, gopay yang biasa dilakukan untuk transfer, tagihan. Lalu ada Sakuku, LinkAja, dan lain-lain. Lindungi data pribadi anda dengan melakukan Langkah seperti gunakan password yang strong, kombinasikan dengan karakter. Pasang PIN (personal Identification Number), Gunakan OTP yang berfungsi untuk melindungi password, dan gunakan Two Step Verification. Tips aman bertransaksi dengan cara jangan memberikan PIN, kode OTP kepada siapapun, aktifkan notifikasi, hilangkan jejak keuangan, pastikan bank resmi atau aplikasi yang mendapat pengawasan resmi, hindari penggunaan Wifi public, ganti password secara berkala, dan laporkan kartu. Pemaparan selesai pada pukul 09.56 WIB.

Materi selanjutnya disampaikan oleh narasumber ketiga yaitu Erna Lestari Rambe, S.Pd., M.Pd. pada pukul 10.05. Beliau selaku Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kepulauan Meranti. Materi yang disampaikan adalah “Etika Digital”. 

SUMMARY: Etika yang baik adalah ingatlah keberadaan orang lain, berpikir dulu sebelum berkomentar, gunakan bahasa yang sopan dan santun, menjadi pembawa dalam diskusi yang sehat, jangan menyalahgunakan kekuasaan, hormati waktu orang lain, bagilah ilmu dan keahlian, hormati privasi orang lain, maafkan jika orang lain membuat kesalahan, dan taat pada standar perilaku online yang sama kita jalani dalam kehidupan kita. Jadilah pengguna internet yang positif seperti di kehidupan nyata, dan pikirkan sebelum mem-posting.

Sebagai pengguna internet baik di media sosial atau pun berbisnis di media sosial, perlu adanya etika dan beradab di media digital. Dalam berinteraksi di dunia digital kita harus memiliki sikap santun, toleransi terhadap perbedaan di dunia digital, melakukan promosi dengan santun, dan berkomentar dengan santu saat berjualan online. Etika merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital atau netiquet dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan etika yang ada dalam penggunaan media digital dilakukan secara bertanggung jawab. Informasi yang disampaikan haruslah benar, cara penyampaiannya juga benar serta dapat mewujudkan kemaslahatan bagi pengguna media digital. Untuk itu diperlukan kemampuan menyaring, memilah informasi, dan mengakses konten positif dalam penggunaan media digital. Etika digital harus diterapkan karena dalam ruang digital kita akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang etika. Kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam bersosialisasi melalui digital sangat di perlukan bukan hanya keterampilan dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

Maka, etika yang baik yang harus dilakukan adalah ingatlah keberadaan orang lain, berpikir dulu sebelum berkomentar, gunakan bahasa yang sopan dan santun, menjadi pembawa dalam diskusi yang sehat, jangan menyalahgunakan kekuasaan, hormati waktu orang lain, bagilah ilmu dan keahlian, hormati privasi orang lain, maafkan jika orang lain membuat kesalahan, dan taat pada standar perilaku online yang sama kita jalani dalam kehidupan kita. Jadilah pengguna internet yang positif seperti di kehidupan nyata, pikirkan sebelum mem-posting, lindungi rahasia yang kita miliki, jangan berasumsi bahwa pengguna lain di internet selalu memiliki pemikiran yang sama dengan kita, dan penting untuk selalu menghormati privasi dan hak orang lain, meskipun mungkin kita tidak setuju dengan pilihan tersebut. Etika digital yang baik adalah menggunakan Bahasa dan tulisan yang baik, memberikan informasi yang sesuai dengan fakta, dan tidak mempublikasi yang mengandung SARA. Pemaparan oleh narasumber ketiga selesai pada pukul 10.27.

Materi keempat disampaikan oleh Fahmi Sugandi, S.Kom. selaku Head of Digital at Manning & Co, Singapore. Pemaparan dimulai pada pukul 10.15. Materi yang disampaikan oleh narasumber keempat berjudul “Sukses Berkarir di Dunia Digital”.

SUMMARY: Bekerja di mana saja, di Indonesia maupun di luar Indonesia. Carilah Freelancer-freelancer di social media dan bagaimana caranya. kesempatan itu sangat terbuka lebar tinggal hanya teman-teman mengatur strateginya saja. Profesi di dunia digital yang sedang tren saat ini adalah copywriter, content, blogger, translator, video, motion, design graphic, programmer seperti website dan aplikasi android dan iOs, data analyst, financial, accounting, cloud engineer, youtuber, cloud engineer, devops, dan lain-lain.

Tren pekerjaan di dunia digital adalah bekerja secara daring, kesempatan itu sangat terbuka lebar tinggal hanya teman-teman mengatur strateginya saja. Profesi di dunia digital yang sedang tren saat ini adalah copywriter, content, blogger, translator, video, motion, design graphic, programmer seperti website dan aplikasi android dan iOs, data analyst, financial, accounting, cloud engineer, youtuber, cloud engineer, devops, dan lain-lain. Jika kamu ingin memulai maka kamu perlu melakukan pembelajaran literasi digital dan komputasi, cari tahu hobi, keunikan diri, dan passion. Manfaatkan ruang digital untuk meningkatkan skills, melatih kecakapan Bahasa inggris, dan bangun portofolio. Rekomendasi website untuk memulai freenlancing yaitu Upwork, Fiverr, Freelancer, Sribulancer, projects, dan Fastwork. Pemaparan oleh narasumber ketiga selesai pada pukul 10.54.

Setelah sesi pemaparan materi bersama para narasumber selesai, moderator beralih ke sesi tanya jawab dan diskusi antara penanya dan narasumber. Ada empat penanya yang sudah terpilih dan berhak mendapatkan e-money untuk yang beruntung.

 

  1. Rizky Ilham Fauzi memberikan pertanyaan kepada Arief Wicaksono.

Q : Bagaimana cara hidup produktif yang positif di masa pademi dengan dukungan literasi digital? Bagaimana berinteraksi dan memaksimalkan manfaat media sosial di era digital?

A : Langkah yang harus dilakukan adalah menjaga pertemenan di media sosial secara selektif, jaga forum digital sesuai dengan passion, posting selalu hal-hal positif, jadwalkan waktu dalam membuka media sosial, gunakan selalu media sosial sebagai media belajar, media sosial sebagai penunjang kreativitas, media sosial sebagai sarana melatih kemampuan kita dan pengembangan diri.

 

  1. Citra Zaskiah Anugerah memberikan pertanyaan kepada Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom.

Q : Untuk saat in masih banyak beberapa orang yang masih belum menggunakan dompet digital karena takut dan masih was-was akan keamanan yang nantinya akan membobol keamanannya. Bagaimana cara agar kita meyakinkan mereka agar mereka yakin menggunakan dompet digital?

A : Ini memang peran kita semua mencoba untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bapak/Ibu bisa mengecek aplikasi yang sudah terintegrasi dengan OJK, data seperti KTP tidak akan disebarluaskan karena sudah ada peraturan undang-undangnya dan jika menyalahgunakan data pribadi maka bisa di pidana. Bisa mengecek beberapa situs yang bisa cek aman atau tidak aplikasi dompet digital yang terbaik.  

 

  1. Kurniadi Syahputra memberikan pertanyaan kepada Erna Lestari Rambe, S.Pd., M.Pd.

Q : Banyak anak muda zaman sekarang melakukan hate speech dan verbal abuse di media sosial. Bagaimana cara untuk mengedukasi dan menanamkan kepada anak muda sekarang agar menggunakan bahasa yang baik dan beretika media sosial?

A : Kita tidak perlu menggunakan istilah-istilah yang membuat bingung, sampaikan saja apa yang ingin kita sampaikan dengan menjaga perasaan. Gunakan Bahasa yang baik dan bertanggung jawab serta mampu memilih kata per kata agar dapat diterima dengan baik. 

 

  1. Raina Mandasari memberikan pertanyaan kepada Fahmi Sugandi, S.Kom.

Q : Jika ingin bekerja di bidang-bidang pekerjaan yang disebutkan Bapak tadi apakah cukup jika hanya belajar sampai kuliah strata satu?

A : Banyak sekali yang tanpa melihat pendidikannya, biasanya lebih melihat portofolio dan konsistensinya. Potofolio menentukan diri anda layak atau tidak di sebuah perusahaan. Tetapi, kuliah memang penting, banyak sekali perusahaan yang melihat Pendidikan terakhir. Yang penting adalah softskill termasuk manajemen waktu, mencari pola, memecahkan masalah, mencari solusi. Kembali lagi, S1 memang penting tetapi jangan dijadikan acuan, yang terpenting adalah bangunlah portofolio.

 

Sesi tanya jawab selesai pada pukul 11.17. Moderator kembali memanggil key opinion leader @ghinabastiana: “Semakin kesini semakin banyak pekerjaan yang ditawarkan di media digital. Media digital hadir dan menjadi bagian dari diri kita menjadi banyak pekerjaan dan semakin bervariasi seperti blogger, youber, selebgram, dan lain-lain. Produktivitas di era digital membuat saya merasa terbantu dengan hadirnya media digital.”

Setelah berbincang-bincang dengan key opinion leader selesai, moderator memberikan kesimpulan dari pemaparan materi-materi webinar sesi pagi ini dan mengumumkan enam pemenang lainnya yang berhasil mendapatkan voucher e-money sebesar Rp. 100.000. Moderator mengucapkan terima kasih kepada keempat narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta webinar. Pukul 11.35 webinar literasi digital hari ini selesai, moderator menutup webinar ini dengan mengucapkan salam, terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digita

Editor: M Ihsan Yurin

Terkini

Terpopuler