UR Teken MoU dan MoA dengan Empat Lembaga

Rabu, 19 Oktober 2016 - 10:35 WIB
haluanriau/nie Rektor Universitas Riau (UR) Prof DR Aras Mulyadi, DEA (kiri) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat lembaga.

PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co)- Untuk lebih mengembangkan Sumber Daya Manusia khususnya dalam bidang perikanan dan kelautan, Universitas Riau (UR) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat lembaga. Penandatanganan tersebut, seiring dengan dicanangkan pembangunan Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) di Pandan, Sibolga yang dinaungi oleh Yayasan Maju Tapian Nauli.


Dalam kerja sama ini juga melibatkan beberapa lembaga, yakni Universitas Islam Indragiri, Universitas Abdurrab, dan juga PT. Surveyor Indonesia (Persero). Selain melakukan penandatangan MoU, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA), yang langsung dilakukan oleh Pendiri Yayasan Matauli, H Akbar Tanjung, Rektor Unisi, Rektor Abdurrab, dan juga Kepala Cabang PT Surveyor Indonesia (Persero), Selasa (18/10) di Gedung Rektorat UR.


Rektor UR, Aras Mulyadi menuturkan penandatangan ini merupakan implementasi terhadap kerjasama yang telah dijalin sebelumnya. Dengan kehadiran STPK tersebut diharapkan bisa mengembangkan potensi sumber daya manusia, dibidang perikanan dan kelautan. Sehingga kedepan, sekolah tinggi ini nantinya bisa menjadi perguruan tinggi unggulan didaerah tersebut dan juga di seluruh Indonesia.


"Kita tentunya menyambut baik atas rencana pembangunan STPK ini, dan kerjasama yang dijalin ini dalam rangka peyusunan kurikulum, tenaga dosen dan proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Dengan usia UR yang saat ini dikategorikan tua tentunya diharapkan bisa menghasilkan hasil yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan," ujar Aras.


Menurut Aras, sesuai dengan waktu perjanjian kerjasama tersebut, dirinya berharap proses penyusunan tidak perlu menunggu waktu enam bulan ke depan, tetapi bisa diselesaikan pada akhir Desember mendatang. Agar apa yang menjadi tujuan dengan melahirkan SDM berkualitas, dan mencerdaskan kehidupan bangsa bisa terwujud.


Sementara itu, Akbar Tanjung mengatakan, adapun tujuan didirikannya STPK ini seiring dengan tingginya kebutuhan terhadap tenaga perikanan dan juga kelautan. Apalagi didaerah Tapanuli belum memiliki perguruan tinggi dan masih banyak anak-anak bangsa khususnya daerah Tapanuli yang belum mengenyam pendidikan di bangku sekolah tinggi.


"Ini adalah bentuk kepedulian kita dalam mengembangkan daerah, dan menciptakan tenaga yang berkualitas di bidang pertanian dan kelautan. Karena dari tiga juta kebutuhan tenaga perikanan dan kelautan, hanya ada 17 ribu SDM yang tersedia. Ini tentunya masih banyak kebutuhan dibidang tersebut," tuturnya.
Akbar juga menambahkan selain kebutuhan untuk SDM, potensi yang dimiliki oleh Tapanuli Selatan cukup besar. Sementara dengan potensi tersebut, belum sepenuhnya bisa dikelola dengan optimal," pungkasnya.(nie)

Editor:

Terkini

Terpopuler