PKBM Insan Mandiri Buka Peluang Wirausaha

Selasa, 03 Februari 2015 - 08:34 WIB
Bupati Kampar H Jefry Noer sampaikan arahan kepada alumni peserta menjahit PKBM di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, (haluan riau/akhir yani).

SIAK HULU (HR)-Pusat Pendidikan dan Latihan Pendidikan Keterampilan Belajar Masyarakat, Insan Mandiri, membuka peluang usaha dan kesempatan bagi alumni, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Kampar untuk menjadi seorang enterprenuership.

Demikian disampaikan Bupati Kampar, H Jefry Noer, dalam arahannya, di hadapan ketua kelompok dari alumni peserta Diklat PKBM Insan Mandiri, mulai dari angkatan pertama hingga angkatan terakhir tahun 2014, Senin (2/2), di Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu. Turut hadir pada acara ini pengusaha garmen asal Bogor, Surya Atmaja.

Dijelaskan Jefry, dirinya sengaja mengundang pengusaha garmen untuk memberi masukan dan sosialisasi tentang bagaimana cara menjahit yang diinginkan pasar atau kebutuhan pasar, agar laku dijual di pasaran. Di samping itu, untuk memberi peluang usaha dan kesempatan berbisnis bagi ibu-ibu alumni Diklat PKBM.

Jefry mengungkapkan, saat ini jumlah alumni Diklat ini telah mencapai 1.080 orang dari tiga Kecamatan. Diklat ini diikuti selama 21 hari per angkatannya. Lebih lanjut Jefry menyampaikan, alumni Diklat yang serius ingin maju akan menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti Diklat, di rumah atau dengan kelompok masing-masing. "Bahkan sudah mampu menerima jahitan di desa dan kecamatan masing-masing. Syukur kalau sudah ada yang mampu membuka usaha menjahit," ujar Jefry.

Jefry minta alumni yang sudah mendapat bantuan mesin jahit dari Pemkab Kampar melalui Disperindag, tetapi belum bisa dioperasikan, agar dilaporkan ke Disperindag untuk dikembalikan atau diperbaiki, karena melalui dinas yang bertanggung jawab menangani hal itu.

Bupati juga mengungkapkan, ke depan akan dibuat inti dan plasma bagi alumni peserta menjahit, yang pembagiannya  untuk inti akan menentukan yaitu memberi order, memberi bahan jahitan, benang untuk perpotong baju termasuk upah jahitan perhelai begitu juga apa yang akan dibuat akan diarahkan dan untuk plasma tinggal melaksanakan jahitan.

"Mendapat kabar menggembirakan, terlihat wajah ibu-ibu itu “sumringah” atau sangat senang, karena dari wajah ibu-ibu sudah terlihat agak mata duitan, ujar Jefry berseloroh.

Dikatakan Jefry, untuk meningkatkan pengetahuan peserta Diklat, Pemkab Kampar sengaja mendatangkan pengusaha garmen untuk memberikan sosialisasi dan pembenahan soal menjahit, permintaan pasar, dan lainnya agar hasil jahitan sesuai permintaan dan kebutuhan pasar. "Karena itu akan di tes terlebih dahulu untuk seleksi mana yang sudah siap betul menjahit atau sampai dimana kemampuan ibu-ibu menjahit," ujar Jefry.(hir)

Editor:

Terkini

Terpopuler