Satu Per Satu, Kampung Terang Benderang

Senin, 12 Oktober 2015 - 07:34 WIB
Masyarakat Dusun Jatimulya dengan sukarela menebang tanaman mereka untuk pemancangan tiang listrik.

SIAK (HR)-Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya mewujudkan pemeratan elektrifikasi di Negeri Istana. Saat ini, upaya itu telah mulai dirasakan masyarakat. Satu demi satu, kampung-kampung yang sebelumnya tidak menikmati listrik, saat ini sudah mulai merasakannya.  

Salah satu program yang dicanangkan Pemkab Siak adalah, dengan terus menambah jaringan listrik setiap tahun. Baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Siak ataupun yang dilakukan manajemen PT PLN.
Seperti dituturkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Siak, Amin Budiyadi, per Agustus 2015, dari 131 Kampung dan kelurahan se-Kabupaten Siak, saat ini sebanyak 90 kampung sudah dialiri listrik PLN.
Dengan demikian, masih ada 41 Kampung lagi yang belum teraliri listrik PLN. Dari jumlah itu,

Satu
 17 kampung di antaranya sudah terpasang jaringan, sehingga tinggal menunggu ketersedian daya. "Bila sudah ada, maka listrik sudah bisa dialirkan ke 17 kampung tersebut," terangnya, akhir pekan kemarin.
Dari data itu tergambar, 68,70 persen jumlah kampung di Siak sudah mendapat penerangan dari PLN. "Elektrifikasi yang bersumber dari PLN sebanyak 68,70 persen. Jika dihitung dengan elektrifikasi dari pihak swasta atau disel yang dibantukan Pemda ke Kampung-kampung, maka total elektrifikasi mencapai 73,53 persen," imbuh Amin Budiyadi.
Tekad Pemerintah
Menurut Amin, upaya untuk terus memeratakan elektrifikasi ini, merupakan tekad Bupati Siak yang dituangkan dalam perencanaan pembangunan. Hasilnya, selama lima  tahun terakhir, peningkatannya mencapai 20 persen lebih.

"Jika dilihat dari rumah penduduk yang dialiri listrik PLN, pada tahun 2011 elektrifikasi yang terdata sebanyak 33,93 persen. Angka ini semakin bertambah pada tahun 2015 yang mencapai 53,45 persen. Sumbernya data dari PT PLN Persero Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKN)," terang Amin Budiyadi.

Dijelaskannya, pesatnya pemerataan elektrifikasi itu tidak terlepas dari upaya Pemkab Kabupaten Siak dalam membangun jaringan melalui alokasi dana APBD. "Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang dibangun menggunakan APBD Siak dari tahun 2011 sampai 2015 totalnya 310,73 Kms. Selain itu juga dibangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) totalnya sepanjang 488,14 Kms," tambahnya.

Sebelum kepemimpinan Bupati Syamsuar, Pemkab Siak juga telah membangun jaringan listrik dari APBD. "Data tahun 2011, jaringan listrik yang dibangun dari dana APBD totalnya sepanjang 169,36 Kms," terangnya.

KSO
Dalam upaya pemerataan elektrifikasi ini, Pemkab Siak menggunakan sistem kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT PLN. "Dalam konsep KSO ini, jaringan dioperasikan dan dirawat PLN, namun aset tetap milik Pemkab Siak," jelasnya.

Selain jaringan listrik yang dibangun Pemda, juga ada pembangunan jaringan yang dikerjakn PT PLN dari dana PBN. Sinergisnya program pemerintah pusat dan daerah ini tentu mempercepat pencpaian tujuan pemerataan elektrifikasi.

Upaya pemerintah daerah dalam mendatangkan bantuan penerangan dari pemerintah pusat juga telah terbukti. Seperti pembangunan penerangan di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit. Di kampung terpencil ini, telah dibangun Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS). "Khusus Kampung Teluk Lanus tahun 2014 telah dibangun PLTS terpusat dengan kapasitasnya 50 KWP dari dana APBN, dan 2015 juga dibangun PLTS tambahan dengan kapasitas 50 KWP. Listrik yang dihasilkan pembangkit tenaga surya ini dialirkan ke rumah-rumah warga," ujarnya.


Bantuan penerangan penerangan listrik ke daerah terpencil lainnya juga disalurkan ke Kampung Tasik Betung, kecamatan Sungai Mandau, dengan Solar Houses Sistem (SHS).

Amin Budiyadi mengakui masih ada satu kecamatan yang rasio elektrifikasinya masih nol, yakni kecamatan Sungai Mandau. Namun demikian pemerintah daerah Kabupaten Siak tidak tinggal diam. Perencanaan pembangunan jaringan sudah mengarah ke kecamatan yang dikepung areal Perizinan HGU perusahan perkebunan itu.

"Untuk kecamatan Sungai Mandau akan ditangani melalui evakuasi exess power dari PT. IKPP. PT. IKPP menambah pembangkit dengan daya 20 MGW, Bupati sudah mengajukan permohonan agar sisanya bisa disalurkan PLN," tambahnya.

Saat ini, Pemkab Siak sedang merencanakan pembangunan Saluran Tegangan Menengah (SUTM) dari Kampung Bunut, kecamatan Tualang, menuju Kecamatan Sungai Mandau serta dari Bunut menuju Maredan dan Tualang Timur.

"Kami telah membuat perencanan pembangunan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) atau sama JTM dari Kampung Bunut menuju ke Sungai Mandau, ke dua dari Bunut ke Maredan dan Tualang Timur," pungkas Amin Budiyadi.

Dari data yang dihimpun Haluan Riau, selama kepemimpinan Syamsuar ada beberapa kecamatan yang sebelumnya penerangan menggunakan disel dan kini sudah dialiri listrik dari PT. PLN, seperti halnya kecamatan Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, sebagian Kecamatan Dayun, Kecamatan Kotogasib dan sebagian kampung di Kecamatan Bungaraya. (adv)

Editor:

Terkini

Terpopuler