Peningkatan Jalan Lintas Pakning-Dumai tak Tuntas

Jumat, 16 Januari 2015 - 11:06 WIB
ILUSTRASI

BUKIT BATU (HR)- Peningkatan jalan lintas Pakning-Dumai di Desa Tenggayun, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis sangat dinantikan warga. Kenyataannya,  saat ini berbanding terbalik. Pantauan di lapangan, Kamis (15/1), peningkatan jalan lintas Pakning-Dumai tersebut tidak tuntas, tepatnya di Desa Tenggayun sangat tidak wajar.

Sementara, karena keberadaan jalan tersebut sangat membantu warga, bisa meningkatkan perekonomian, pendidikan dan juga kesehatan.

Pantauan lapangan,base jalan yang lebih banyak pasir daripada kerikil menyebabkan jalan tersebut menjadi lici. Tak  jarang sepedamotor maupun mobil terpeleset. Kondisi jalan tersebut seperti bubur, kalau musim hujan dan tidak sedikit sepedamotor yang terjungkal melintasi jalan tersebut. Parahnya lagi, rambu-rambu peringatan pun tidak ada dibuat oleh kontraktor yang mengerjakan.

Seperti disampaikan Rusmanto, warga Desa Tenggayun, Kamis (16/1), jalan tersebut sulit dilewati saat musim hujan karena licin.

"Saya kan jual sayur pakai keranjang di atas motor. Kalau muatan lagi penuh tentu susah melintasi jalan yang licin habis diguyur hujan. Ngga sedikit warga di sini yang jatuh kalao abis hujan, karena jalan yang dibase kebanyakan pasirnya dari kerikil. Kalau hanya menambah penderitaan warga buat apa proyek peningkatan jalan dilaksanakan," ungkap Rusmanto.

Dewi, siswi SMAN 2 Bukit Batu juga harus berjuang keras dan ekstra hati-hati, saat melintasi jalan tersebut, jika dalam kondisi basah. Beberapa, ia terjatuh dan terpaksa kembali ke rumah untuk menyalin seragamnya yang kotor.

"Kalau berangkat ke sekolah saya harus bawa seragam cadangan untuk antisipasi kotor akibat terjatuh.  Jalan ini awalnya tidak begitu parah rusaknya, namun setelah dibase semakin parah,'' pungkas Dewi.

Menyikapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis, Muhammad Nasir menjelaskan jalan yang dibase itu berada di Desa Tenggayun dan merupakan jalan lintas Pakning-Dumai yang dikerjakan Dinas PU Provinsi Riau.

"Lebih detailnya saya tidak terlalu mengerti. Tapi pastinya pengerjaan proyek itu merupakan pekerjaan yang tidak selesai dilaksanakan Dinas PU Provinsi Riau. Kita berharap, pekerjaan itu bisa segera diselesaikan, karena saat ini banyak merugikan masyarakat," tutup Nasir. ***

Editor:

Terkini

Terpopuler