Politika

Selama Firdaus Memimpin Pekanbaru, Ghirah Dakwah Dinilai Berkembang Pesat

Cagub Riau Firdaus orasi dalam sebuah kampanye dialogis.
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Sebagai daerah perlintasan di tengah-tengah Pulau Sumatera, Riau dinilai sangat rentan dengan pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak moral dan mental masyarakatnya. 
 
Tingginya kasus narkoba, kriminalitas dan penyakit masyarakat menjadi ancaman nyata bagi generasi mudanya. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin daerah yang punya kepedulian untuk membangun sisi keagamaan di daerah ini.
 
"Riau bukan hanya membutuhkan pemimpin daerah yang melulu perhatikan pembangunan fisik, tapi juga memiliki program yang nyata dalam membangun moral dan sektor keagamaan," ujar aktivis dakwah Ardiansyah Tanjung, Rabu (18/4/2018) di Pekanbaru.
 
Ketua Riau Care Indonesia ini menambahkan, ia melihat sosok calon kepala daerah yang seperti ini ada pada diri DR Firdaus, ST, MT. "Dari empat calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang ada saat ini, saya melihat pasangan Firdaus-Rusli Effendi yang jelas dan tegas memiliki program seperti itu," katanya.
 
Dijelaskannya, selama menjadi Walikota Pekanbaru, Firdaus sudah membuktikannya dengan program yang nyata, misalnya dengan adanya program Masjid Paripurna yang menjadikan masjid bukan hanya tempat melaksanakan salat, tapi juga kegiatan dakwah dan membicarakan kemaslahatan umat.
 
"Selama Pak Firdaus memimpin kota Pekanbaru dapat kita lihat bagaimana ghirah dakwah di kota ini begitu semarak. Pengajian dan tabligh akbar rutin dilakukan. Di sekolah-sekolah siswanya melaksanakan wajib mengaji sebelum masuk sekolah, demikian juga dengan gerakan maghrib mengaji di berbagai masjid dan musala. Ini semua terlaksana karena komitmen yang kuat dari kepala daerahnya," tutur pria yang akrab disapa Ian Tanjung ini.
 
Bukti lain perhatian Firdaus terhadap upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas namun tetap berlandaskan nilai-nilai agama adalah dibangunnya SMP Madani. "Saya melihat SMP Madani ini merupakan lembaga pendidikan yang perlu dibangun di seluruh daerah di Riau agar kita punya anak-anak yang pintar tapi juga kuat agamanya," harap Ian.
 
Karena itu, menurut Ian, pasangan Firdaus-Rusli sangat layak dipilih oleh masyarakat Riau sebagai pemimpin daerah ini untuk masa kepemimpinan lima tahun ke depan. 
 
"Yang satu umara (birokrat) yang kuat nilai keagamaannya, sedangkan yang satu lagi ulama yang sudah sangat berpengalaman. Ini adalah nikmat yang sudah disajikan Allah kepada masyarakat Riau, masak kita tidak mau menerima nikmat ini demi kebaikan negeri Melayu yang dikenal religius ini. Rugi sekali kita," ujarnya.
 
Seperti diketahui, dalam janji politik pasangan Firdaus-Rusli yang disusun dalam rencana program kerja pasangan ini lima tahun mendatang, sektor pendidikan dan keagamaan memang mendapat porsi yang cukup besar. Firdaus-Rusli merencanakan akan membangun SMK Madani di seluruh kabupaten/kota secara bertahap, melaksanakan program Masjid Paripurna, membangun RTH Taman Alquran Terpadu (Islamic Center Park) dan sejumlah program sosial yang tujuannya mengurangi pengaruh negatif seperti narkoba, kriminalitas, dan penyakit masyarakat.
 
“Kami bertekad mewujudkan visi Riau Madani berkemajuan dan berkeadilan yang referensinya dari Baginda Rasulullah. Untuk mewujudkan hal itu, ada 3 pilar yang akan kami bangun, yakni membangun kesatuan dan persatuan antara masyarakat Melayu dengan suku bangsa lain di Riau. Kedua, Membangun peradaban dari masjid, dimana masjid akan berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tetapi juga sebagai pengembangan ilmu pengatahuan, ekonomi dan pembangunan SDM," sebutnya.
 
"Dan ketiga, membangun SDM manusia yang memiliki kualitas di antaranya melalui program beasiswa S2 dan S3 bagi putra putri Riau ke luar negeri seperti Timur Tengah, Amerika, dan Eropa," lanjut Firdaus dalam sebuah dialog dengan masyarakat Rohul beberapa waktu lalu.***
 
 
Editor: Rico Maridanto
 


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar