Kebun Sagu Ikut Terbakar

Karhutla Kembali Terjadi di Meranti

ILUSTRASI KEBAKARAN.

SELATPANJANG (HR)-Setelah sempat menghilang, kasus kebakaran hutan dan lahan kembali terulang pada awal musim kemarau tahun ini. Kali ini, kebakaran terjadi di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam peristiwa yang berlangsung Selasa (3/2) siang, lahan seluas lima hektare ludes terbakar.

Hal itu dibenarkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad melalui Kabag Ops Kompol La Gomo. Dikatakan, kebakaran terjadi di atas lahan seluas lima hektare yang terdiri dari semak belukar dan perkebunan sagu milik masyarakat Desa Tanjung Pisang.

Menurutnya, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Untuk memadamkan api, seluruh personel Polsek Merbau dibantu jajaran TNI serta Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat setempat, turun bersama-sama.

Menurut Rusli (70) salah seorang warga Desa Tanjung Pisang, kebakaran lahan di kawasan itu bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Ketika itu, api diketahui mulai membesar di salah satu kawasan yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Sedangkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.

"Api terindikasi dari lahan kebun sagu yang masih kosong. Kita sudah beramai-ramai turun untuk memadamkan api agar tidak terjadi seperti tahun 2014 lalu," sebut Rusli.

Informasi kebakaran tersebut juga ditambahkan Azmi, yang sempat membantu proses pemadaman ke lokasi. Kata Azmi, api bertambah besar, karena angin semakin kencang. Senada dengan Rusli, ia membenarkan lokasi kebakaran cukup jauh dari pemukiman dan jalan umum.

Camat Tasik Putri Puyu, Fakhrurrozi SSos, saat dikonfirmasi mengaku telah mengetahui adanya Karhutla yang dikabari oleh kepala desa Tanjung Pisang. Pihaknya sudah mengarahkan Kades bersama masyarakat untuk turun memadamkan kebakaran tersebut.
"Iya saya sudah dikasi tahu Kades. Saya minta masyarakat bersama-sama memadamkan kebakaran itu," sebut Camat singkat.  

Masuk Kemarau
Seperti dirilis sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, memprediksi musim kemarau sudah mulai memasuki Riau pada Februari ini. Hal itu membuat pemerintah di daerah, diingatkan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya Karhutla.

Menurut Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin memprediksi, musim kemarau sudah akan memasuki Riau pada Februari ini. “Tipe ekuator Riau, pada Januari-Februari adalah musim menjelang kemarau. Jadi pada bulan februari nanti, Riau akan masuk musim kemarau. Saat ini, hujan juga sudah mulai jarang turun. Sehingga kondisi cenderung panas dan kering. Ini juga membuat potensi Karhutla juga sangat besar terjadi kalau tidak diantisipasi," ujarnya ketika itu.

Dikatakan, dari data yang pada pihaknya menunjukkan, angin secara umum bertiup dari arah barat laut ke arah timur laut dengan kecepatan 5-27 per jam. “Cuaca di Riau pada umumnya cerah hingga berawan, potensi hujan ringan dan bersifat lokal pada sore atau malam hari terjadi di wilayah bagian selatan,” jelasnya.

Sebelum yang terjadi di Meranti, Karhutla juga sempat terjadi di Kabupaten Bengkalis, pada Minggu (18/1) lalu. Ketika itu, ditemukan ada tiga lokasi Karhutla di Kabupaten Bengkalis, yakni di Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil dan Bantan. Beruntung, api di tiga titik tersebut sudah bisa dipadamkan. (bbs, rtc, grc, sis)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar