Polisi Tetapkan Satu Tersangka Atas Kasus Bullying di Tambun Selatan

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Atas Kasus Bullying di Tambun Selatan

Riaumandiri.co - Satu orang ditetapkan menjadi tersangka dugaan kasus bullying di salah satu sekolah dasar negeri di Tambun Selatan, tersangka ini merupakan terlapor yang juga teman korban satu sekolah.

"Sudah ada tersangka anak, hanya satu. Karena anak-anak saya tidak menyebutkan namanya namun terlapor. Iya (rekan sekolah) waktu kejadian. Kita sebut ABH (anak berhadapan dengan hukum) saja ya," kata Kasie Humas Polres Metro Bekasi AKP Hotma Sitompul, Kamis (7/12).

Hotma mengatakan saat ini kepolisian telah melimpahkan berkas perkara atau tahap I ke Kejari Bekasi. Apabila dinyatakan lengkap, maka penyidik akan segera melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka atau tahap II kepada Kejari Bekasi.


"Untuk perkembangan kasusnya saat ini sudah dilakukan pelimpahan berkas perkara tahap I ke Kejari Kabupaten Bekasi," kata dia.

Sementara itu kuasa hukum korban, Mila Cheah menyebut kliennya telah meninggal dunia pada Kamis (7/12) dini hari. Korban F juga telah dimakamkan di TPU Pedurenan, Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya, seorang siswa SD berinisial F (12) diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya di sekolah di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa itu bermula ketika F ditekel oleh salah satu temannya saat jam istirahat pada Februari 2023. Kala itu, F yang masih duduk di bangku kelas 6 diajak oleh teman-temannya sekitar lima orang untuk membeli jajan di dekat kantin sekolah.

Saat tengah berjalan santai dan bergurau, salah satu teman menekel kaki F hingga jatuh tengkurap. Lutut dan tangan F pun terluka.

"Setelah jatuh, F bukannya ditolongin malah di-bully sama teman-teman yang lain termasuk si pelaku. 'Ah cupu lu gitu aja nangis. Awas lu kalau sampai ngomong sama mamah lu. Dasar lu anak mami'," ujar Mila beberapa waktu lalu.

Akibat perundungan yang menimpanya pada Februari 2023, kaki F mengalami cedera dan infeksi. Kondisi kaki F kemudian semakin memburuk dan harus dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

Sejumlah dokter dari rumah sakit yang berbeda mendiagnosis F mengalami kanker tulang dan harus dilakukan amputasi pada kaki kirinya.