Dekan UNRI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Sudah Berkasus Sejak 2017

Jumat, 05 November 2021 - 15:56 WIB
Mahasiswa UNRI berkumpul dan akan melakukan aksi demo menuntut keadilan atas kasus pelecehan seksual oleh dosen Jumat (5/11) (RMC/Ihsan)

RIAUMANDIRI.CO - Dekan Fisip UNRI, inisial S bukan baru kali ini berkasus, khususnya pelecehan seksual.

Dilansir dari Detak Riau, pada 2017 lalu, mahasiswa UNRI juga sempat melakukan aksi demo bahkan hingga melumpuhkan aktivitas perkuliahan pada 10 April 2017 silam.

Aktivitas perkuliahan lumpuh, karena disertai aksi boikot. Mahasiswa yang melakukan boikot perkuliahan juga bergabung dalam aksi demo di depan Dekanat.

Mahasiswa menuntut Dekan Fisip tersebut untuk segera mundur dari jabatannya.

"Ini tidak terlepas dari ketidakbecusan Syafriharto dalam memimpin fakultas, tidak adanya transparansi anggaran, adanya indikasi praktek korupsi, pelecehan seksual di kampus, jual-beli nilai dan bahkan ancaman pembunuhan bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya" kata korlap aksi, Niko Ardian pada waktu itu.

Baca Juga:

Demonstran UNRI Ungkap Pelecehan Seksual Sering Terjadi, Tapi tak Pernah Diselesaikan

Mahasiswa UNRI Demo Tuntut Pelaku Pelecehan Seksual Diadili, Kampus Lain Ikut Ramaikan

"Aksi ini merupakan aksi susulan setelah mahasiswa FISIP UNRI dan seluruh kelembagaan beberapa kali menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, namun, pihak Dekanat tidak juga mengindahkan tuntutan para mahasiswa," ujar Riki Prayogi, Waketum BLM FISIP UR.

Diketahui, waktu itu sempat terjadi kericuhan yang dipicu adanya aparat kepolisian yang memasuki kampus.

Hal ini membuat massa aksi pada waktu itu terpancing emosi.

"Mengapa polisi ada di sini? Kami ingin berjumpa 'ayah' kami saja kok dihalang-halangi, Dekan itu katanya 'ayah' di 'FISIP Rumah Kita', kenapa kami diperlakukan seperti ini," teriak Ichwan Nurfadillah dalam orasinya.

Saat ini, 11 pimpinan demonstran tengah menemui rektor dan memastikan tuntutan tersampaikan.

"Kami akan bawa rektor untuk menyampaikan sendiri keputusan rapatnya," ujar Korlap.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler