Webinar Literasi Digital: Menjaga Privasi Bersama di Dunia Digital

Jumat, 06 Agustus 2021 - 16:43 WIB
Ilustrasi (istimewa)

RIAUMANDIRI.CO, MERANTI  - Webinar literasi digital pada siang ini, Jumat, 06 Agustus 2021 dimulai pukul 14.04 yang dibuka oleh moderator, Nada Safitri. Moderator membuka acara dengan salam, tagline webinar literasi digital “Salam Literasi Indonesia Makin Cakap Digital”, dan doa bersama. Moderator menyapa para narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta webinar. Tema pada pagi ini adalah “Menjaga Privasi di Ruang Digital”. Moderator memersilahkan seluruh peserta webinar untuk berdoa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara selanjutnya, para narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta mendengarkan sambutan dari keynote speech yaitu, Samuel A. Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo. 

Dilanjutkan dengan moderator menyapa key opinion leader, Dini Valdiani selaku Dosen dan pengusaha @kasihbahhairtonic. Moderator berbincang dengan key opinion leader pada pukul 14.15.

Dini Valdiani: Saya sibuk sebagai pengusaha dan mengurus bisnis saya.

Moderator melanjutkan dengan membacakan tata tertib selama berjalannya webinar literasi digital. Setelah membacakan tata tertib, pukul 14.20 narasumber pertama yaitu, Rizki Hesananda, S.Kom, M.Kom membawakan materi. Beliau adalah seorang Lecture dan programmer. Materi yang disampaikan adalah “Paham Digital Jebakan Batman Hilang”.

Summary: Digital skills membuat kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan media sosial secara cerdas, mendukung dunia kerja modern dengan profesi yang modern sesuai tuntutan era digital, dan meningkatkan promosi.

Digital skill sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi. Ruang lingkup pada digital skill berhubungan dengan langskap digital, internet, dan dunia maya. 

Digital skills membuat kemampuan untuk berkomunikasi dengan menggunakan media sosial secara cerdas, mendukung dunia kerja modern dengan profesi yang modern sesuai tuntutan era digital, dan meningkatkan promosi.

Digital skills dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap peserta didik, mencerdaskan guru dalam membuat ataupun menggunakan aplikasi, dan meningkatkan kompetensi serta kecerdasan pesera didik dalam pembelajaran abad 21 di era digital.

Keterampilan digital skill pendidik dan tenaga pendidik dalam penggunaan apikasi manajement tugas wali kelas dalam peningkatan mutu pelayanan terhadap peserta didik. 

Pentingnya memiliki digital skill dapat belajar secara mandiri, dimana saja dan kapan saja. Dapaat memilah hal-hal yang dipelajari dengan prioritas yang benar. Bisa menyelesaikan tugas dengan cepat dan akurat. Bisa meningkatkan prestasi.

Kemampuan mengenali bahaya di dunia digital meningkat membuat jumlah kejahatan menurun, ruang digital yang rama, mencerdaskan, dan aman.

Pemaparan selesai pada pukul 14.45 WIB.

Narasumber kedua yaitu, Indra Samsie, S.Kom, M.Kommenyampaikan materi pada pukul 14.47. Beliau adalah seorang Dosen dan praktisi. Materi yang disampaikan berjudul “Big Dara VS Data Pribadi”. 

Summary: Selain manfaat, ada pula kelemaan yang dialam dalam bisnis atau perusahaan, yaitu kekhawatiran pelanggan yang timbul mengenai hak privasi dan keamanan.

Big data adalah istilah yang menggambarkan volume besar data – baik terstruktur maupun tidak terstruktur – yang membanjiri bisnis sehri-hari. Big data dapat dianalisis demi pemahaman yang mengarah kepada keputusan dan gerakan bisnis strategis yang lebih baik.

Manfaat:

  1. Meningkatkan efisien bisnis

  2. Memahami tren pasar

  3. Mengidentifikasi kekurangan pesaing

  4. Meningkatkan interaksi dengan konsumen

  5. Meningkatkan kualitas sistem belanja online

  6. Melakukan analisis resiko

Selain manfaat, ada pula kelemaan yang dialam dalam bisnis atau perusahaan, yaitu kekhawatiran pelanggan yang timbul mengenai hak privasi dan keamanan.

Identitas digital pada dasarnya adalah identitas seseorang sebagai pengguna platform media digital.

Tips perlindungan data pribadi:

  1. Gunakan password yang kuat

  2. Pahami dan pastikan peratua privasi di setiap akun

  3. Hati-hati mengunggah data pribadi

  4. Hindari untuk membagikan data pribadi

  5. Pahami dan dan pilih aplikasi yang dipasang di gawai

  6. Selalu lakukan pembaruan perangkat lunak yang digunakan dalam gawai

  7. Waspada jika ada komunikasi atau aktivitas mencurigakan

Pemaparan oleh narasumber kedua selesai pada pukul 15.06 WIB.

Materi selanjutnya disampaikan oleh narasumber ketiga yaitu Dr. Welly Wirman, M.Si pada pukul 15.05. Beliau selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi Pasca Sarjana Universitas Riau. Materi yang disampaikan adalah “Etika di Ranah Digital”. 

Summary: Jika konten mengandung ujaran kebencian, hoax, pornografi, dan berpotensi untuk memecah belah masyarakat, cuku stop dan jangan disebar luaskan lagi.

Etika yang baik dalam penggunaan internet yaitu, mematuhi hukum-hukum atau norma-norma yang berlaku dalam dunia internet. Tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan para pengguna internet lainnya.

Jika konten mengandung ujaran kebencian, hoax, pornografi, dan berpotensi untuk memecah belah masyarakat, cuku stop dan jangan disebar luaskan lagi.

Media digital mesti digunakan untuk suatu niat, sikap, dan prilaku yang etis demi kebaikan bersama. Etika digital sendiri merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital.

Hindari spam dengan tidak merespon email yang tidak dikenal, jangan pernah mengklik link dari email yang tidak dikenal, install aplikasi spam terpercaya, aktifkan fitur anti spam. Sedangkan untuk menghindari malware perlu memastikan backup data secara rutin, jangan pernah membuka file attachment dari sumber tidak dikenal, scan terlebih dahulu file yang mencurigakan, dan pastikan selalu update aplikasi maupun browser.

Pemaparan oleh narasumber ketiga selesai pada pukul 15.28 WIB.

Materi keempat disampaikan oleh Teguh Arrijal, S.Pdselaku Data Analyst. Pemaparan dimulai pada pukul 15.29. Materi yang disampaikan oleh narasumber keempat berjudul “Mengelola Digital yang Produktif”.

Summary: Kecanduan dalam KBBI berasal dari kata candu yang berarti sesuatu yang menjadi kegemaran dan membuat orang ketagihan.

Penetrasi internet pada tahun 2019 sebanyak 73,7% pengguna internet sebanyak 196.714.070,3 perkembangan internet sampai 25.537.353,5 dan populasi Indonesia tahun 2019 sebesar 266.911.900 atau 1,03%

Kecanduan dalam KBBI berasal dari kata candu yang berarti sesuatu yang menjadi kegemaran dan membuat orang ketagihan.

Jadikan kecanduan internet menjadi budaya digital yang produktif:

  1. Mengikuti kelas daring

  2. Belajar bahasa baru

  3. Belajar keahlian baru

  4. Berjualan daring

  5. Mengikuti webinar

Pemaparan oleh narasumber keempat selesai pada pukul 15.47 WIB.

Setelah sesi pemaparan materi bersama para narasumber selesai, moderator beralih ke sesi tanya jawab dan diskusi antara penanya dan narasumber. Ada empat penanya yang sudah terpilih dan berhak mendapatkan e-money untuk yang beruntung.

  1. Nadhifa Aisy  memberikan pertanyaan kepada Rizki Hesananda, S.Kom, M.Kom

Q : Bagaimana pendapat bapak terhadap masyarakat yang masih jauh untuk mendapatkan Digital Skill? Seperti orang tua yang tinggal di pedalaman desa yang tidak memiliki smartphone atau masih susah mendapatkan sinyal tapi keadaan memaksa untuk mengikuti perkembangan Digital?

A : Paham akan digital skill itu adalah pilihan masing-masing, yang jadi masalah itu jika tidak bisa menggunakan smartphone-nya sendiri.

 

  1. Astutik memberikan pertanyaan kepada Indra Samsie, S.Kom, M.Kom 

Q : Ketika para pedagang beralih ke penjualan online, lantas siapa yg akan kalah bersaing antara pedagang online dan offline?  Juga bagaimana caranya memberikan arahan kepada para penjual online untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan untuk para konsumen dan yang lainnya (menipu) atau bahkan menyalah gunakan data2 pribadi kita yg kita daftarkan ?

A : Harus melek digital baik konsumen maupun penjual.

 

  1. Zahran memberikan pertanyaan kepada Dr. Welly Wirman, M.Si 

Q : Bagaimana memberitahu anggota keluarga terdekat agar tidak suka menyebar hoax dan mengedukasinya agar tidak mudah percaya terhadap hoax?

A :. Grub keluarga sangat efektif di masa pandemi, selama itu tidak mengirim berita yang abu-abu, dan kita menjadi pihak yang bisa menyaring serta memberikan edukasi.

 

  1. Cenna memberikan pertanyaan kepada Teguh Arrijal, S.Pd

Q : Bagaimana kita bisa menyikapi perkembangan teknologi ini dengan baik? dimana terkadang kita justru lebih mudah viral apabila menyebar konten negatif sedangkan konten positif lebih jarang terdengar. Jika demikian bagaimana kita bisa mempertahankan budaya positif di dunia digital jika yang negatif malah menutupi konten positif ini?

A : Kita harus tetap konsisten akan kepositifan budaya digital nya sendiri.

 

Sesi tanya jawab selesai pada pukul 16.09 Moderator kembali memanggil key opinion leader Dini Valdiani. Beliau memberikan motivasi untuk bisa menjadi orang yang bijak digital, tidak mudah tersinggung di media sosial.

Setelah berbincang-bincang dengan key opinion leader selesai, moderator memberikan kesimpulan dari pemaparan materi-materi webinar sesi pagi ini dan mengumumkan enam pemenang lainnya yang berhasil mendapatkan voucher e-money sebesar Rp. 100.000. Moderator mengucapkan terima kasih kepada keempat narasumber, key opinion leader, dan seluruh peserta webinar. Pukul 16.19 webinar literasi digital hari ini selesai, moderator menutup webinar ini dengan mengucapkan salam, terima kasih dan tagline Salam Literasi Indonesia Cakap Digital!

Editor: M Ihsan Yurin

Terkini

Terpopuler