238 Warga Pekanbaru Terserang DBD, Satu Orang Meninggal Dunia

Jumat, 13 Maret 2020 - 09:36 WIB
Ilustrasi (net)

RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU – Hingga pekan kedua Maret tahun 2020, tercatat sebanyak 238 warga Kota Pekanbaru dari 12 kecamatan terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Satu orang di antaranya meninggal dunia jenis kelamin laki-laki bernama Reza (20) warga Jalan Melur, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Maisel Fidayesi mengatakan, satu orang warga yang meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan medis.

"Untuk tahun ini sampai minggu kedua Maret tercatat ada 238 kasus. Satu di antaranya menyebabkan korban jiwa karena terlambat dapat penanganan," kata Maisel, Kamis (12/3/2020).

Dia menjelaskan, korban sudah merasakan sakit sejak Jumat (7/2) lalu. Namun,  baru memeriksakan kesehatan dan berobat dua hari setelah itu.

Pasien masuk rumah sakit dengan diagnosa DHF with warning sign dengan hemaptoe dan melena atau sudah muntah darah.

"Kondisi korban sudah menurun dan lemas. Setelah dirawat selama lima hari korban tidak dapat tertolong dan meninggal dunia," jelasnya.

Maisel mengatakan, dengan penemuan kasus itu, Diskes Pekanbaru sudah melakukan fogging pada lokasi tempat tinggal korban.

Dari 238 kasus yang ditemukan, kata dia lagi seluruh pasien sudah sembuh

Dia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Karena faktor lingkungan yang kumuh akan menjadi sarang dan mempercepat berkembang biak nyamuk Aedes agepty penyebab DBD.

Adapun rincian dari jumlah kasus DBD tersebut di Kecamatan Tenayan Raya 44 kasus, diikuti Tampan 36 kasus, Marpoyan Damai 30 kasus, dan di Kecamatan Payung Sekaki 28 kasus.

Selanjutnya di Kecamatan Bukit Raya, 26 kasus, Rumbai 15 kasus, Rumbai Pesisir 9 kasus, Limapuluh 21 kasus, Sukajadi 11 kasus, Senapelan 13 kasus, Sail 1 kasus, dan Pekanbaru kota 4 kasus.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler