Ketahui Bagian dan Kondisi Seseorang yang Tak Boleh Dikerok

Senin, 30 Desember 2019 - 01:58 WIB

RIAUMANDIRI.ID - Kerokan adalah cara yang dianggap paling praktis untuk menghilangkan masuk angin di kalangan masyarakat Indonesia. Bagian tubuh yang dikerok biasanya mulai dari leher, punggung hingga pinggang.

Ternyata kerokan memiliki istilah medis yaitu Gua Sha. Apakah kerokan yang dikenal oleh kita saat ini terinspirasi dari Gua Sha atau sebaliknya, sampai saat ini belum ada penjelasan secara jelas.

Apa itu Gua Sha?
Gua Sha adalah pengobatan tradisional yang berasal dari Cina. Sama halnya seperti yang sudah kita temui sehari-hari, pengobatan ini dilakukan dengan cara mengerok bagian tubuh tertentu. Namun alat yang digunakan tak hanya koin saja.

Benda-benda yang dipercaya memiliki energi yang baik untuk tubuh digunakan untuk pengobatan tradisional ini. Di antaranya seperti batu Giok, batu Bian, dan batu Mawar Kuarsa.

Selain itu, ternyata tak hanya Indonesia saja yang mengenal pengobatan tradisional ini, melainkan seluruh kawasan di Asia Tenggara. Bedanya, praktik pengobatan dilakukan secara aman dan lebih hati-hati karena ditangani oleh profesional yang memiliki sertifikat khusus.

Bahaya kerokan terutama pada leher
Berbeda dari negara di Asia Tenggara lain, di Indonesia cara ini sudah menjadi pengobatan yang sangat lumrah untuk dilakukan. Hampir semua kalangan masyarakat tidak ragu untuk meminta untuk dikerok jika terasa keluhan terutama saat masuk angin. Ketika sakit kepala juga tidak jarang yang lebih memilih kerokan di leher daripada meminum obat.

Menurut sebuah penelitian, kerokan dapat meringankan rasa sakit pada leher, bukan menghilangkan sakit kepala. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 ini diikuti oleh orang yang merasakan sakit pada leher mereka.

Mereka dibagi ke dalam dua grup, grup pertama menerima pengobatan pada leher dengan menggunakan heat therapy dan grup kedua menerima pengobatan dengan teknik gua sha. Grup yang menerima pengobatan gua sha melaporkan bahwa mereka merasa lebih baik dibandingkan dengan grup yang lainnya.

Kerokan menyebabkan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit pecah. Sehingga setelah dikerok kulit biasanya akan memerah. Sehingga memerlukan ketelitian dan keahlian khusus yang harus dipraktikkan oleh seorang ahli agar terhindar dari resiko yang tidak diinginkan.

Namun, justru orang Indonesia percaya pecahnya pembuluh darah ini artinya keluhan akan cepat sembuh.

Tak semua orang bisa dikerok
Semua orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda-beda. Maka dari itu, kerokan sebaiknya dihindari untuk kondisi berikut ini.

1. Memiliki kondisi medis yang berhubungan dengan kulit

2. Orang yang mudah mengeluarkan darah

3. Memiliki infeksi dan luka yang belum pulih sepenuhnya

4. Mengonsumsi obat-obatan pengencer darah

5. Mempunyai riwayat trombosis vena dalam

Orang yang sering atau kebanyakan kerokan akan terus mengandalkan cara pengobatan ini untuk menyembuhkan keluhannya. Terlalu sering kerokan tidak baik untuk kesehatan. Risiko yang ditimbulkan bisa cukup besar karena salah-salah pembuluh darah dapat pecah.

Apalagi kebanyakan masyarakat Indonesia melakukan pengobatan ini tidak berdasarkan pengetahuan. Lebih baik konsultasikan keluhan yang Anda rasakan pada dokter. Jika masih penasaran ingin dikerok, carilah orang dengan keahlian khusus atau profesional agar tidak membahayakan.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler