Dialiri Listrik, Biaya Hidup Warga Berkurang

Rabu, 25 Maret 2015 - 10:05 WIB
ilustrasi

RENGAT (HR)-Salah satu dampak positif sejak desa Bukit Lingkar kecamatan Batang Cenaku, dialiri listrik PLN, pengeluaran masyarakat berkurang hingga Rp400 ribu per bulan.

“Sebelum listrik PLN masuk ke desa ini dan kebutuhan listrik disuplay dari PLTD milik desa, masyarakat harus mengeluarkan biaya sebesar Rp500 ribu per bulan untuk membayar tagihan listrik PLTD tersebut,” kata tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Bukit Lingkar Jumadi, Selasa (24/3).

Lebih jelas dikatakan, listrik PLN mulai masuk ke desa Bukit Lingkar sekitar Agustus 2012 lalu, dengan jumlah pelanggan sebanyak 667 KK.

 Sebelumnya, guna memenuhi kebutuhan listrik di Bukit Lingkar, masyarakat berswadaya membeli 2 unit mesin pembangkit tenaga listrik. Karena biaya operasional mesin diesel tersebut cukup mahal, maka masyarakat yang memanfaatkan energi listrik dari mesin diesel itu harus rela mengeluarkan biaya berkisar sekitar Rp500 ribu per bulan.

Padahal listrik dari PLTD desa hanya bisa dimanfaatkan selama beberapa jam dalam sehari, yakni mulai pukul 18.00 WIB  sore sampai 24.00 WIB. Namun, lanjutnya, karena energi listrik telah menjadi kebutuhan hidup, mau tidak mau, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal setiap bulan.

Awal tahun 2012 lalu, Pemkab Inhu melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menikmati listrik PLN dengan syarat harus berswadaya membangun jaringan listrik, kemudian jaringan tersebut dihibahkan pada PLN.

Masyarakat setuju membuat Kerja Sama Operasional (KSO) dengan salah satu biro instalatur listrik di Inhu yang diwadahi KUD kelapa sawit Milik Bersama (MB) Desa Bukit Lingkar.

 Setelah kesepakatan kerja ditandatangani, mulailah biro instalur bekerja, dan Agustus 2012 lalu, desa Bukit Lingkar dialiri listrik dari PLN.

“Masyarakat sangat bersyukur karena telah bisa menikmati listrik PLN meski jaringannya dibangun melalui swadaya masyarakat yang harganya lebih mahal, dibandingkan biaya pasang standar listrik baru dari PLN,” ujarnya. (rez)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler