Nono Sampono: Beda Pilihan Politik Harus Disikapi dengan Bijak

Senin, 11 Maret 2019 - 20:29 WIB
Nono Sampono dalam Sidang Paripurna DPD RI pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2018-2019, di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)  Nono Sampono mengajak seluruh elemen masyarakat menjelang Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang untuk tetap dapat menjaga persatuan dan kesatuan, tidak terpengaruh hasutan-hasutan dan menjaga kebersamaan dalam perbedaan.

"Perbedaan pilihan politik harus disikapi secara bijak sebagai bagian dari perkembangan demokrasi di Indonesia yang lebih matang," ajak Nono Sampono dalam Sidang Paripurna DPD RI pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2018-2019, di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dikatakan, perbedaan pandangan dan pilihan politik dalam pesta demokrasi adalah hal yang wajar dan lumrah. 

"Karena pada hakekatnya kesemuanya itu memiliki tujuan yang sama yakni membawa negara Indonesia lebih maju, aman sejahtera, adil dan makmur,” ucap Nono Sampono, 

Nono Sampono mengungkapkan keprihatinannya dalam pelaksanaan Pemilu 2019 tercoreng dengan banyaknya berita-berita hoaks yang bisa memicu dan berpotensi menimbulkan perpecahan sesama anak bangsa.
 
"DPD RI prihatin karena maraknya berita hoaks yang telah dapat mempengaruhi masyarakat dan berpotensi menimbulkan adanya perpecahan. Hal ini ditandai dengan semakin mendekati waktu pemilu, berita informasi mengenai ujaran kebencian, fitnah, kebohongan, dan prasangka semakin menyebar di berbagai media, terutama media-media sosial yang sering digunakan masyarakat," kata Nono. 

Konten yang terdapat dalam berita-berita hoaks dinilainya tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa yang saling selalu mengedepankan rasa hormat menghormati, harga menghargai dan saling bertoleransi antar sesama golongan dan kelompok. 

Karena itu, dirinya mendorong agar semua pihak, termasuk pemerintah, mempunyai tanggung jawab moral dalam mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan berita-berita palsu. Media juga diharapkan dapat terlibat untuk menjaga kondisi bangsa agar tetap kondusif dan tidak mengalami perpecahan.

“DPD juga meminta agar media sosial dan media massa baik online maupun cetak dapat berfungsi sebagai pemberi edukasi dan informasi bagi masyarakat serta ikut menjaga kondisi bangsa agar tetap kondusif. Di samping itu kami juga menghimbau agar kita mampu menggunakan media sosial secara arif dan bijaksana demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan senator asal Provinsi Maluku ini.

Dalam Sidang Paripurna pembukaan Masa Sidang IV Tahun Sidang 2018-2019 itu juga diisi dengan laporan kegiatan Anggota DPD RI di daerah pemilihannya masing-masing. 

Reporter: Syafril Amir

Editor: Nandra F Piliang

Terkini

Terpopuler