Ujian Nasional SMA/SMK di Riau Dipercepat, Ketahui Jadwalnya

Selasa, 08 Januari 2019 - 14:08 WIB
Rudiyanto saat mengunjungi salah satu kelas di SMAN 1 Tembilahan

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK sederajat tahun 2019 di Riau dipercepat. Ujian digelar akhir Maret sampai awal April, atau sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.

Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Rudyanto, Selasa (8/1/2019). Dia mengatakan, percepatan UN tahun ini karena pada 17 April pelaksanaan Pemilu.

"Biasanya UN dilaksanakan akhir April, tapi karena ada Pemilu dipercepat. Jadi sebelum Pemilu pelaksanan UN sudah selesai," katanya.

Sedangkan jadwal pelaksanaan UN SMA/SMK sendiri, terang Rudyanto, untuk UN SMK/MAK sampai tiga hari dimulai tanggal 25-28 Maret 2019. Kemudian UN SMA/MA selama empat hari, yakni tanggal 1, 2, 4 dan 8 April 2019.

"Kalau ujian susulan SMA/MA dan SMK/MAK sederajat dilaksanakan selama dua hari pada 15-16 April 2019," terang pria kelahiran Indragiri Hulu ini.

Lebih lanjut mantan Penjabat Bupati Indragiri Hilir ini menerangkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan data peserta ujian atau Data Nominasi Sementara (DNS) dari sekolah.

"Kita targetkan pertengahan Januari DNS sudah selesai. Setelah itu baru persiapan Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN, lalu kita lakukan verifikasi data itu," ujarnya.

Saat ini tiga kabupaten/kota belum menyerahkan DNS. Ketiga daerah itu Pekanbaru ada 2 sekolah, Kampar 14 sekolah dan Bengkalis 4 sekolah.

"Yang lain sudah serahkan DNS semua. Yang tiga ini karena masalahnya data di pusat. Misalnya siswa itu di sekolah sudah dikeluarkan karena bermasalah, tapi di pusat masih tercantum namanya sebagai peserta UN. Makanya kita minta sekolah yang belum ini segera serahkan data siswanya yang akan ikut UN," pintanya.

Disinggung tentang sekolah yang menerapkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNKBK), Rudyanto mengatakan saat ini pihaknya sedang merekap mana sekolah yang bisa melaksanakan UNBK.

"Sedang kita rekap. Mana sekolah yang tidak ada fasilitas UNBK, tapi mereka mau UNBK bisa melaksanakan ujian di sekolah terdekat. Itu dibolehkan, karena setiap hari ada tiga sesi ujian," ujar Rudyanto.

Untuk sekolah yang melaksanakan UNBK ini, tambah Rudyanto, SMA sudah 90 persen dan SMK 95 persen. Dia mengklaim ada peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana SMA hanya 60 persen dan SMK 80 persen.

"Tahun ini ada peningkatan sekolah yang melaksanakan UNBK. Memang belum bisa 100 persen, tapi meningkat dari tahun lalu," ungkapnya.

Editor: Nandra F Piliang

Terkini

Terpopuler