Jalankan Perintah SBY, Ketua Demokrat Pekanbaru dan Pengurus Tarik Kembali Semua Atribut Partai

Sabtu, 15 Desember 2018 - 16:50 WIB
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memimpin penarikan kembali semua atribut partai yang masih terpasang di kawasan Jl Sudirman, Pekanbaru. 

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Hanya beberapa saat setelah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan perintah agar seluruh bendera dan baliho Demokrat diturunkan dan dikumpulkan kembali, Ketua DPC Demokrat Kota Pekanbaru Agung Nugroho langsung bergerak ke lapangan, Sabtu (15/12/2018).

Bersama jajaran pengurus yang baru saja dilantik dan Tim Rajawali Demokrat, Agung Nugroho dengan mengerahkan 14 mobil pick up, mencabut dan menurunkan semua atribut partai, seperti bendera, spanduk dan baliho yang sudah dalam kondisi rusak akibat ulah orang tak dikenal (OTK). 

"Sesuai instruksi Ketum Demokrat pak SBUY, kami langsung turun ke lapangan. Atribut-atribut yang masih tersisa di sepanjang Jalan Sudirman Pekanbaru itu dinaikkan ke atas mobil pick up," kata Agung Nugroho kepada Riaumandiri.co.

Aksi perusakan bendera dan baliho milik Partai Demokrat itu dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), Jumat (14/12/2018) malam di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru, Riau.

SBY yang saat ini tengah berada di Pekanbaru, langsung melihat ke lokasi tempat dirusaknya atribut partai yang dipimpinnya itu. Presiden RI ke-6 ini merasa sedih dan tidak menyangka ada oknum yang berani merusak bendera dan spanduk yang mencantumkan dirinya.

"Dengan hati yang sedih saya menyaksikan hampir semua atribut Partai Demokrat dirusak, dicabut, bahkan dipotong dan dibuang ke parit atau berserakan di jalan," kata SBY dalam jumpa pers, Sabtu (15/12/18).

SBY mengatakan, selama ini masyarakat Riau yang dikenalnya sebagai masyarakat yang akhlaknya terpuji dan santun terhadap tamu yang datang.

"Saya sempat tanyakan saudara kami di Riau apakah sudah berubah, 10 tahun memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau saling menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya," ujarnya.

Ia sempat mengatakan kebanggaannya atas majunya demorkasi di Indonesia. Tetapi kenyataan pahit ia terima saat bendera dan spanduk dirinya dirusak.

"Saya bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan Jokowi. Saya berikhtiar berjuang dengan cara baik dan amanah sesuai dengan yang diatur konstitusi dan Undang-undang, tapi ini yang kami dapatkan," terangnya.

Untuk itu, ia memerintahkan Sekjen dan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat. 

"Saya perintahkan kepada Sekjen, pemimpin Demorkat Riau dan Pekanbaru agar semua atribut ucapan selamat datang atas kunjungan saya ke Riau dan bendera Demokrat diturunkan, lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada bendera, baliho kita dirobek, diturunkan, diinjak. Sama saja dengan merobek saya, menginjak dan dibuang ke selokan," tutupnya. 

Reporter: Rico Mardianto

Editor: Nandra F Piliang

Terkini

Terpopuler