Biaya Operasional Sekolah Tersendat

Kamis, 12 Maret 2015 - 08:53 WIB
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (HR)- Akibat dana Bantuan Operasional Sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Pelalawan belum cair, biaya operasional sekolah menjadi tersendat. Sekolah menjadi kewalahan untuk melakukan beberapa kegiatan yang selama ini mengandalkan dana BOS itu.

Padahal kegiatan operasional sekolah yang rutin harus tetap berjalan, sehingga terpaksa sekolah harus meminjam dulu dari sana-sini atau berhutang agar operasional sekolah berjalan dengan lancar. Hal ini diakui Kepala Sekolah SDN 006 Pangkalankerinci,  Nursia, Rabu (11/3).

Menurutnya, selama ini karena dana BOS belum cair terpaksa pihaknya berhutang dulu untuk kegiatan ioperasional sekolah, seperti untuk Alat Tulis Kantor (ATK) dan hal-hal lainnya.

"Bagaimana lagi, operasional sekolah kan harus terus berjalan. Memang terasa sekali operasional sekolah jadi agak terhambat karena dana BOS tahap pertama ini sampai bulan tiga belum cair juga," ujarnya.


Persoalan yang sama dirasakan juga oleh SMPN 4 Ukui yang dipimpin Budi Arman. Dia menyebutkan, Rabu (11/3), dana BOS tahap pertama yang belum cair membuat kegiatan operasional di sekolah menjadi agak terhambat. Namun meski begitu, pihaknya sudah semampu mungkin agar keiatan operasional sekolah tetap berjalan.

"Apalagi kami Minggu depan akan Ujian Semester bagi kelas 7,8 dan 9, sementara ini terpaksa harus berhutang dulu. Tapi untungnya, kami memiliki Koperasi Guru, jadi operasional-operasional sekolah yang selama ini dibiayai oleh dana BOS kami pinjam dulu dari Koperasi Guru," katanya.

Segera Cairkan
Terkait hal ini, Ketua DPRD Pelalawan Nasaruddin mengatakan, Pemerintah Provinsi Riaubisa segera merealisasikan dana BOS tahap perama ini. Jangan sampai karena dana BOS tahap pertama ini belum cair berakibat pada terkendalanya operasional-operasional sekolah.

"Kita minta agar segera Pemerintah Provinsi Riau mencairkan dana BOS ini. Apalagi dana BOS ini dipergunakan untuk operasional sekolah, jadi jangan sampai kegiatan belajar-mengajar jadi terhambat dikarenakan hal ini," tegasnya.

Terpisah, Manager BOS Pelalawan Mahnizar mengatakan, terkendalanya dana BOS ini dikarenakan Pemprov Riau tengah mendata validasi pelajar penerima uang dari Pemerintah Pusat itu. Apalagi tahun 2015 ini, angka nominal dana BOS bagi siswa SD dan SMP per kepalanya naik dibanding tahun lalu.

"Tahun ini, anggaran dana BOS per siswanya baik untuk SD dan SMP, negeri dan swasta naik. Kalau dulu SD/MI anggarannya Rp580 ribu/siswa/tahun, kini menjadi Rp800 ribu/siswa/tahun. Sementara untuk SMP/MTS naik dari Rp700 ribu/siswa/tahun menjadi Rp1 juta/siswa/tahun," terang Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan MD Rizal melalui Manager BOS Pelalawan Mahnizar, Rabu (11/3).

Mahnizar mengatakan, pihaknya bukan tak merasakan kendala yang dialami oleh para sekolah yang menantikan pencairan dana BOS tahap pertama ini. Namun dikarenakan pihak Provinsi tengah memvalidasi data siswa yang akan menerima bantuan dana BOS, maka pencairan ini jadi terkendala.

"Biasanya dana BOS tahap pertama ini cair akhir Januari atau paling lambat awal Februari. Jadi kalau sampai pertengahan Maret ini belum cair, ya saya maklumi kendala yang terjadi di sekolah-sekolah. Tapi konfirmasi terakhir, validasi data itu sudah selesai dan insha Allah dana akan segera dicairkan dalam waktu dekat," ungkapnya.

Ditanya soal jumlah dana BOS tahap pertama ini, Mahnizar menjelaskan, untuk tahun 2015 ini, jumlah siswa bagi SD Negeri yang berhak mendapatkan dana BOS sebanyak 42.344 siswa dengan total dana mencapai 33.875.200.000 per tahun. Untuk SD swasta, jumlah siswa yang peroleh dana BOS mencapai 6.292 siswa dengan jumlah dana 5.033.600.000.

"Sedangkan untuk SMP Negeri, jumlah siswa yang memperoleh dana BOS mencapai 11.985 siswa, dengan jumlah dana 11.985.000.000. Untuk SMP swasta jumlah siswa mencapai 1.465, dengan jumlah jumlah dana 1.465.000.000. Jika ditotal keseluruhan maka jumlah siwa SD dan SMP, negeri dan swasta, yang memperoleh dana BOS itu mencapai 62.086 siswa dengan alokasi dana mencapai 52.358.800.000 per tahun," bebernya.

Ditambahkannya, besarnya alokasi dana BOS di tahun 2015 ini harus dimaksimalkan oleh pihak sekolah. Namun dirinya mewanti-wanti tetap mengacu pada point-point yang telah ditetapkan. Meski saat ini juknis yang baru belum turun, namun point-point untuk pengalokasian dana BOS sendiri masih mengacu pada petunjuk yang lama.

"Kemungkinan ada perubahan soal pengadaan buku namun point-pointnya masih mengacu ke petunjuk yang lama. Atau lebih jelasnya lagi nanti juga akan kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah jika juknis yang baru terkait dana BOS ini telah turun," tutupnya. ***

Editor:

Terkini

Terpopuler