Terkait 5 Pembangunan Proyek di Pekanbaru, Ini Peringatan Dewan ke Dinas PUPR Riau

Rabu, 18 Juli 2018 - 20:15 WIB
Rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR Riau hanya diikuti empat orang anggota Komisi IV DPRD Riau, Rabu (18/7/2018).

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Komisi IV DPRD Riau mewanti-wanti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang dikerjakan pada tahun 2018 ini, khususnya yang ada di Kota Pekanbaru. Pasalnya, dengan waktu tersisa, progres pembangunan belum memperlihatkan perkembangan yang berarti.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IV kala rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PUPR Riau di Ruang Komisi IV DPRD Riau, Rabu (18/7/2018) petang. Rapat itu dipimpin Ketua Komisi IV Husni Thamrin, yang didampingi Wakil Ketua Komisi IV Yurjani Moga. Sementara anggota Komisi IV hanya terlihat Asri Auzar dan Abdul Wahid. Sedangkan dari Dinas PUPR Riau, langsung dihadiri Dadang Eko Purwanto selaku kepala dinas.

Dalam hearing itu, komisi yang membidangi infrastruktur itu mendesak Dinas PUPR untuk serius menyelesaikan proyek-proyek besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2018 ini, khususnya ada ada di Kota Pekanbaru. Seperti, kelanjutan pembangunan Jembatan Siak IV, pembangunannya dua flyover di Jalan Soekarno Hatta, Gedung Mapolda dan Kejati Riau.

Hal itu seperti disampaikan anggota Komisi IV Asri Auzar. Dikatakan Asri, pihaknya tidak ingin disalahkan masyarakat karena proyek tidak selesai. "Kita sudah berulang kali mengawasi dan mengingatkan Dinas PUPR untuk menggesa pengerjaan proyek-proyek itu," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Dalam rapat dengar pendapat itu, Asri mempertanyakan lima proyek strategis senilai hampir Rp700 miliar kepada Dinas PUPR Riau. Menurutnya, jangan sampai sejumlah proyek itu tidak tuntas sesuai target, yaitu akhir tahun ini .

"Pasalnya progres fisik dan keuangan pembangunan masih minus dari yang ditargetkan," sebutnya.

Dia menambahkan, tidak masalah jika Dinas PUPR Riau menjamin bisa menyelesaikan proyek itu. Namun jika tidak tuntas, rakyat akan kecewa dan dirugikan.

"Kita tidak ingin disalahkan dalam hal ini. Karena Dewan sudah melakukan pengawasan ketat dan mengkhawatirkan bangunan tidak selesai, namun Dinas PUPR yang kekeuh dapat menuntaskan semuanya," kata Legislator asal Rokan Hilir.

Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan anggota Komisi IV lainnya, Abdul Wahid. Ketua Fraksi PKB DPRD Riau itu mengatakan, untuk menghabiskan tersisa Rp150 miliar guna kelanjutan Gedung Mapolda Riau dalam waktu empat bulan lagi sangat riskan.

Sedangkan untuk progres fisik pembangunan Jembatan Siak IV baru 39 persen. Itu dengan memakan waktu selama 13 bulan dari target 18 bulan. "Erection atau tiang jembatan  tengah belum dipasang. Maka (Jembatan) Siak IV tidak akan selesai. Padahal sudah empat Gubernur juga tidak tuntas-tuntas pembangunannya," tambah Abdul Wahid.

Menanggapi kekhawatiran anggota Dewan itu, Kadis PUPR Riau Dadang Eko Purwanto mengatakan hal itu akan menjadi motivasi pihaknya untuk dapat menyelesaikan pengerjaan proyek itu. Meski begitu, dia tetap optimis pengerjaan proyek akan selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

"Saya menyambut baik apa yang dikhawatirkan teman-teman anggota Dewan. Ini menjadi cambuk bagi kami untuk menyelesaikan ini," sebut Dadang kepada Haluan Riau usai hearing.

"Tapi sebagai orang teknis, kami sudah punya schedule yang dihitung oleh teman-teman MK, Manajemen Konstruksi kami. Kita kan bayar itu dengan uang rakyat menyusun schedule yang sudah ideal. Nanti kalau ada force mayor, itu belakangan. Tapi bagi kami berkeyakinan untuk Siak IV, dua flyover itu selesai sesuai dengan schdule yang ada," sambungnya.

Sedikit dijelaskan soal progres pembangunan Jembatan Siak IV. Dikatakannya, saat ini progres fisik telah mencapai 39 persen. "Yang alat-alat material yang di lapangan itu belum kita lakukan erection, artinya belum kita pasang. Kalau belum dipasang, belum bisa dibayar. Tapi mereka menunggu pylon, yang kalau dari sisi (Jalan) Sudirman ini nampak. Itu belum jadi, menyatu. Itulah yang jadi sangkutan kabelnya. Tapi kalau bagian bawah, itu sudah kita pesan," terang Dadang.

Sementara untuk Gedung Mapoda Riau, Dadang mengatakan sudah mencapai angka 25 persen, dari target yang direncanakan sebesar 24 persen. "Ada plus (realisasi) 1 persen," katanya.

Untuk pembangunan Gedung Kejati Riau, sebutnya, sudah mencapai angka 17 persen dari rencana 16 persen. "Dua-duanya itu masih on schedule. Kami optimis kok. Kami tidak main-main," tambah Dadang seraya menegaskan hal yang sama untuk pembangunan dua flyover di Pekanbaru.


Reporter: Dodi Ferdian

Editor: Rico Mardianto

Terkini

Terpopuler