Pemkab Kuansing Peringati Hardiknas di Lapangan Limuno Teluk Kuantan

Jumat, 04 Mei 2018 - 16:42 WIB
Bupati Kuansing, H. Mursini pimpin upacara peringatan Hardiknas di Lapangan Limuno Teluk Kuantan.
RIAUMANDIRI.CO, TELUK KUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei dengan menggelar upacara pada Kamis (03/05/2018) pagi, di Lapangan Limuno Teluk Kuantan.
 
Ditandai dengan apel bendera, upacara yang dihadiri seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Kuansing, para guru dan siswa dari sejumlah sekolah ini dipimpin langsung oleh Bupati Kuansing Drs.H.Mursini. Peringatan Hardiknas berlangsung hikmad dan sederhana.
 
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati tampil dengan mengenakan pakaian Korpri berwarna biru. Sedangkan sejumlah guru yang hadir sebagai peserta dalam upacara tersebut mengenakan batik khas PGRI. 
 
Membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, Bupati Mursini mengungkapkan peringatan Hardiknas tahun 2018 mengangkat tema ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Tema ini, menurutnya, terilhami dari Ki Hadjar Dewantoro, bapak pendidikan nasional, yang memajukan pendidikan dan kebudayaan. 
 
Menurut Bupati, amanat menguatkan pendidikan dan kebudayaan tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, pasal 1 ayat 2, yang menyatakan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional.
 
“Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia,” tuturnya, kemarin kepada Riaumandiri.co.
 
Di samping itu, lanjut Bupati, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan telah mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional. 
 
“Sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang,” ucapnya.
 
Dalam kesempatan itu pula, Bupati menambahkan, pentingnya penguatan pendidikan dan kebudayaan juga merupakan respons terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi. Karena, menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
 
Untuk itu, Bupati Mursini meminta guru, orangtua dan masyarakat untuk menjadi tripusat penguatan pendidikan dan kebudayaan nasional. Sebab, menurutnya, peran ketiganya sangat penting dalam mendorong anak didik mewujudkan cita-cita pendidikan nasional.
 
“Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia,” tukasnya.
 
Reporter: Suandri
Editor: Nandra F Piliang

Editor:

Terkini

Terpopuler