Orang Piaman Perlu Berikan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 04 Maret 2015 - 22:28 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU (HR)- DPW Persatuan Keluarga Daerah Pariaman Tingkat I Riau melaksanakan musyawarah dan silaturahmi bersama ninik mamak di lingkup PKDP Tingkat I Riau, Rabu (4/3). Kegiatan yang digelar di Hotel Resti ini, untuk menyatukan pendapat.
Hadir pada kesempatan itu, sejumlah pendiri PKDP Riau, di antaranya Ulama Syafrial, Aladin, Babusmen T Kuniang Bahari, Niniak Mamak Tuangku Jamaris dan sejumlah tokoh masyarakat alim ulama cerdik pandai lainnya.
Kepada wartawan, Herman Nazar, Ketua Umum PKDP Tingkat I Riau, mengatakan, dalam kehidupan kemasyarakatan di Minangkabau, musyawarah mufakat memiliki beberapa manfaat langsung. Di antaranya, musyawarah mufakat merupakan cara yang tepat untuk mengatasi berbagai silang pendapat. Musyawarah ini sebagai upaya menyatukan 'raso dan pariso". "Artinya dimano tanah dipijak di situ langik di junjuang," ujar Herman Nazar
Dikatakan Herman Nazar, dengan berkumpulnya tokoh ninik mamak dan para alim ulama ini, maka selaku organisasi PKDP, dapat menerima masukan dan pendapat orang tua-tua, agar organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
"Bagaimanapun ini merupakan kebutuhan bagi organisasi ini sendiri. Kita berharap agar organisasi ini dapat memberikan kontribusi bagi semua masyarakat. Dan pada tujuannya, PKDP dapat memberikan kontribusi bagi daerah di mana warganya berada," kata Herman Nazar.
Dikatakan pula, dari hasil musyawarah ini akan dikembangkan ke semua PKDP di seluruh kabupaten dan kota di Riau, yang berasal dari Piaman. "Diharapkan kontribusi itu dapat diterapkan dan berjalan sesuai dengan kondisi yang ada," ujar Herman.
Dalam musyawarah itu, berbagai pandangan terlontar dan diakui, pada akhir-akhir ini ada kerenggangan antara sejumlah anggota, namun meskipun ada kerenggangan, namun pengurus berupaya tetap menyatukan dengan mengelar kegitan silaturahmi seperti rapat kali ini.
Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Ninik Mamak, T Nan Kuniang, kepada wartawan mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, menjadi wadah pembinaan terhadap tata cara kehiduapan, terutama mengenai adat istiadat dan agama, yang berpedoman kepada adat bersyandi sarak, sarak bersandi kitabullaah.(ben)

Editor:

Terkini

Terpopuler