Indehoi dengan WIL, Pimpinan PT Petrokimia Wilayah Riau Digerebek

Senin, 20 November 2017 - 22:48 WIB
ILUSTRASI

RIAUMANDIRI.co, PEKANBARU - Diduga berduaan dengan Wanita Idaman Lain (WIL), Sf, salah seorang yang diduga pimpinan di PT Petrokimia Gresik Wilayah Riau digerebek di sebuah kamar di salah satu hotel di Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Sabtu (18/11) malam pukul 19.00 WIB. Sf berduaan dengan seorang perempuan berinisial ER.

Kasus penggerebekan ini kemudian dilimpahkan ke Polsek Bukitraya. Informasi di lapangan, keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Bukitraya. Kapolsek Bukitraya, Kompol Pribadi saat dikonfirmasi mengatakan pihak kepolisian tidak ada melakukan penggerebekan di hotel tersebut. "Tidak ada penggerebekan, kalau soal laporan sebaiknya tanya Kapolres saja," ujarnya singkat saat dihubungi wartawan, Senin (20/11) pukul 17.00 WIB.

Dari data yang dihimpun di lapangan, Sf disebut adalah salah seorang pimpinan di PT Petrokimia Gresik Wilayah Riau. Sedangkan ER adalah istri dari EAS, PNS yang bertugas di Pemkab Indragiri Hulu.

Memastikan informasi ini, wartawan kemudian menghubungi EAS. Dari keterangan EAS, perempuan berinisial ER yang berduaan dengan Sf itu memang istrinya. Bahkan, diceritakan EAS, dari pernikahan ini mereka dikarunia tiga orang anak.  

"Anak saya yang paling tua masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, dan anak saya yang paling kecil berusia empat tahun. Sebelumnya keluarga saya bahagia. Namun, pada tahun 2013 bahtera rumah tangga kami tergoncang akan kehadiran Sf, yang katanya adalah pimpinan di PT Pupuk Petrokimia di Riau. Laki-laki ini hadir karena kerap datang ke gudang pupuk saya di Belilas. Saya memiliki gudang pupuk di Belilas yang semuanya ditunggui istri saya. Sementara saya bekerja di Pemkab Inhu," urainya.

Hubungan gelap istrinya ini, dikatakan EAS mulai tercium. Dirinya bahkan, pernah memergoki Sf dan ER beberapa waktu yang lalu di Rengat. "Saya yang menggerebek mereka, saat itu pernikahan kami masih berjalan baik. Saya saat itu masih berharap untuk memperbaiki hubungan pernikahan kami ini, dengan pertimbangan anak-anak.

Saya memaafkan perbuatannya. Namun, Sf terus berusaha menghasut istri saya. Dia juga menghasut istri saya untuk menggugat cerai. Anak-anak saya kasihan, mereka masih kecil-kecil. Saya tidak pernah menerima gugatan cerai istri saya ini, karena saya tidak tahu alasan gugat cerai yang diajukannya ini. Meskipun ada akta cerai, seribuan akta cerai dibuat, dia tetap istri sah saya," ujar EAS menambahkan.

Dalam kasus ini, EAS mengakui sudah beberapa kali mengadukannya ke pihak yang berwajib. Namun, semuanya tidak ada perkembangan. "Saya hanya pasrah pak, ke mana saya harus mengadu, karena yang saya hadapi ini adalah orang hebat, orang yang banyak duit," pasrahnya. (tim)

Editor:

Terkini

Terpopuler