Imami UR Sukses Taja Festival Budaya Minang-Melayu

Selasa, 09 Mei 2017 - 22:45 WIB
Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Yoserizal Zein, didampingi Mohammad Moralis (Dewan Pembina Imami UR menabuh tambua tasa sebagai tanda dibukanya Festival Budaya Minang-Melayu di Anjungan Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Minggu (7/5/2

PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co)-Sempena menyambut milad ke-17 pada 30 Mei nanti, Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Riau (Imami UR) sukses menaja Festival Kebudayaan berupa Minang Melayu Culture Art and Festival, Minggu (7/5/2017) malam lalu di Gedung Anjungan Seni Idrus Tintin, Jalan Sudirman Pekanbaru, Riau.

Selain menampilkan sejumal kesenian, seperti randai, tari zapin, festival yang digelar oleh Imami tersebut berhasil menghadirkan komika ternama di indonesia yakni Praz Teguh yang berhasil membuat para penonton tertawa lepas melihat aksi Stand UP Comedy yang dibawakannya. Pelaksanaan festival ini juga sekaligus memperingati milad ke-17 Imami UR. Tema yang diangkat pada gelaran festival kali ini yakni Harmoni Alek Serumpun.

Hadir pada festival tersebut Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zein, pengurus Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR), pengurus Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR), Dewan Pembina Imami UR Mohammad Moralis yang juga mantan Ketua Umum Imami Provinsi Riau, dosen-dosen selaku penasehat Imami UR, para pengurus Imami UR dan sekitar 600 mahasiswa anggota Imami UR.

Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zein yang mewakili Gubernur Riau, dalam sambutannya saat membuka festival mengatakan, “Memang kita Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2020 nanti akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan kebudayaan sebagai  peradaban Melayu sesuai Visi Misi Riau 2020. Dan kegiatan ini sangat mendukung visi misi tersebut," ungkap Yoserizal Zein.

Dia menambahkan, “Kita ini satu rumpun sudah seharusnya menjunjung tinggi nilai–nilai kebudayaan. Acara seperti ini merupakan bagian dari membangun kebudayaan beraneka ragam yang ada di Riau. Kita patut mengapresiasi acara seperti ini," ujarnya.

Sementara, Dewan Pembina Imami UR, Mohammad Moralis, menyampaikan, awal berdirinya organisasi mahasiswa Minang pada tahun 1996 bernama Forum Komunikasi Keluarga Mahasiswa Minang (FKMM) Provinsi Riau. FKKMM ini didirikan oleh beberapa senior yang berasal dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Riau pada saat itu.

"Kemudian pada tahun 2000 silam, tepatnya tanggal 30 Mei, kita mengadakan Mubes (Musyawarah Besar) di Hotel Sahid (saat ini Hotel Ratu Mayang Garden). Pada Mubes itulah nama forum tersebut berubah menjadi Imami dan saya diamanahkan peserta Mubes menjadi ketua pertama Imami Provinsi Riau," tuturnya.

Moralis berpesan, Imami UR beserta jajaran juga mesti mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dunia kerja setelah tamat kuliah.

"Bekali diri dengan kualitas skill dan ilmu, kemudian manfaatkanlah jaringan yang ada di Riau ini untuk persiapan memasuki dunia kerja nantinya. Mari membangun tanah Riau dengan tetap berpegang pada falsafah orang Minang, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," pungkas mantan Ketua Umum Imami Provinsi Riau ini.

 

 

Sebelumnya, Ketua Umum Imami UR Tryoanda Mashunri mengatakan, tepat pada tanggal 30 Mei nanti Imami akan berulang tahun yang ke-17.

"Bagaikan pelajar yang baru tamat sekolah yang masih terombang-ambing dalam menggapai cita-cita menuju masa depan cemerlang. Memperbaiki kesalahan pada masa lalu untuk menggapai cita cita di masa depan. Tidak ada kata menyerah, tidak kata lelah. Satu untuk Imami, satu untuk kejayaan Indonesia," katanya dengan penuh semangat.

Ketua Panitia Pelaksana Festival, Ulunk, mengatakan, keberadaan Imami UR yang segera menapaki usia 17 tahun menandakan semakin dewasanya organisasi ini.
"Dari usia tersebut terasa penting untuk diperingati sebagai cara untuk mengingat masa–masa perjuangan tokoh Minangkabau dan juga sebagai sarana silaturahmi bagi mahasiswa Riau bersuku Minang," ujar Ulunk.

Dia berharap organisasi ini semakin solid mampu melahirkan generasi muda yang berintelektual tinggi, menjunjung tinggi budaya, berjiwa seni bersandikan syarak. (gen)

Editor:

Terkini

Terpopuler