793 Warga Diserang DBD

Senin, 03 Oktober 2016 - 10:19 WIB

PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co)-Hingga akhir bulan September atau memasuki pekan ke-38, tahun 2016, sebanyak 793 warga Pekanbaru terserang penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD). 10 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah penderita tersebut terus meningkat dari pekan-pekan sebelumnya di tahun yang sama.
 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda Suryani Munir, menjelaskan, dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru, penderita terbanyak diketahui berada di Payung Sekaki, dengan jumlah 126 orang. Disusul Marpoyan Damai, 106 orang, Tampan, 97 orang, Bukit Raya, 86 orang, dan Rumbai Pesisir 71 orang.


Selanjutnya, Kecamatan Rumbai, 66 orang, Sukajadi, 60 orang, Tenayan Raya, 51 orang, Limapuluh 43 orang, Senapelan, 39 orang, Sail, 25, dan Kecamatan Pekanbaru kota 23 orang.


"Penderita DBD memang terus meningkat, kami tak bosan- bosan meminta kepada masyarakat untuk terus menggalakkan perilaku hidup sehat. Karena itulah yang akan menekan angka penderita DBD, kalau ada masyarakat yang sakit segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit jangan sampai terlambat," harapnya.


Beberapa upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan Pekanbaru, seperti memaksimalkan kinerja dari kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik), melakssanakan fogging massal di wilayah yang dinilai endemis dan rawan penularan DBD. Diharapkan dapat memutus rantai penyebaran penyakit DBD.
Disinggung terkait korban yang meninggal dunia, kata Helda, diduga akibat keluarga terlambat membawa pasien ke rumah sakit. Sebab saat korban tiba di rumah sakit, kondisi sudah melewati masa kritis dan sudah masuk dalam kondisi pendarahan. "Dalam kondisi seperti itu korban tidak bisa kita tolong lagi,"katanya.


Kadiskes mengimbau masyarakat agar membudayakan hidup bersih dan menjalankan 3M Plus, sebab cara itu bisa memutus rantai nyamuk penyebab DBD. Disaat kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini masyarakat juga memperhatikan tumpukan kaleng bekas dan benda lain yang menampung yang ada disekitar rumah.

793 Warga
"Perhatikan juga bak mandi, jangan sampai tidak pernah dibersihkan. Begitu juga dengan barang-barang bekas. Saat hujan kaleng bekas menampung air dan inilah yang menjadi sarang air," imbuh Helda.

Editor:

Terkini

Terpopuler