Waspadai Virus Amoeba Pemakan Otak

Sabtu, 03 September 2016 - 15:22 WIB
Virus Amoeba Pemakan Otak

JAKARTA(RIAUMANDIRI.co) -  Infeksi amoeba pemakan otak beberapa kali terjadi. Kasusnya memang cukup jarang, akan tetapi tingkat kematian akibat infeksi amoeba ini cukup besar. Amoeba tersebut berjenis Naegleria fowleri. Kebanyakan korbannya terinfeksi setelah di sungai dan danau, atau juga di sumber air panas.

Naegleria fowleri merupakan organisme bersel tunggal yang hidup bebas. Amoeba ini biasanya menginfeksi seseorang ketika air yang terkontaminasi masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Makhluk ini juga bergerak ke otak sehingga menyebabkan primary amoebic meningoencephalitis (PAM), salah satu bentuk meningitis (radang selaput pelindung sistem saraf pusat) langka.

Naegleria fowleri merupakan satu-satunya spesies Naegleria yang diketahui bisa menginfeksi manusia. Naegleria fowleri memiliki tiga fase dalam siklus hidupnya. Pertama, trofozoit ameboid. Kedua, flagelata dan fase ketiga adalah kista. Nah, satu-satunya tahap infektif dari amoeba adalah ketika dalam fase trofozoit ameboid.

Jenis ini dapat menyesuaikan diri sehingga bisa hidup di berbagai habitat, terutama lingkungan air yang hangat. Amoeba ini bisa hidup di sumber air panas dan di dalam tubuh manusia, bahkan ketika sedang demam.

Tumbuh di lingkungan dengan suhu hingga 46 derajat Celcius. Lebih dari itu, hanya bisa bertahan dalam waktu singkat. Pada fase trofozoit, Naegleria fowleri cepat mati karena pendinginan. Namun jika sudah dalam fase kista, bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan saat berada di atas titik beku.

Naegleria fowleri sensitif terhadap disinfektan. Klorin merupakan disinfektan yang paling umum digunakan di kolam renang dan air minum. Menurut penelitian di laboratorium, 1 ppm klorin yang ditambahkan ke dalam air jernih bertemperatur 38 derajat Celcius dan ber-pH 8,01 akan mengurangi jumlah hingga 99,9 persen dalam waktu 56 menit. Sementara untuk menangani Naegleria fowleri di air yang keruh, membutuhkan waktu lebih lama atau konsentrasi desinfektan yang lebih tinggi. (dtk/ivn)

 

Editor:

Terkini

Terpopuler