Presiden Mendadak Panggil Sejumlah Menteri

Sabtu, 23 Juli 2016 - 08:53 WIB
Menteri UKM Puspayoga usai dipanggil Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (22/7).
JAKARTA (riaumandiri.co)-Hingga saat ini, isu terkait reshuffle menteri belum pasti arahnya. Meski isunya sudah sedemikian kuat, namun sejauh ini belum ada kepastian kapan hal itu akan dilaksanakan. 
 
Presiden 
Seperti pada Jumat (22/7) kemarin, Presiden Joko Widodo kembali memanggil sejumlah menteri secara mendadak ke Istana Negara. Tak ayal, pemanggilan itu kembali dikait-kaitkan dengan isu tentang reshuffle kabinet.
 
Menteri yang dipanggil tersebut di antaranya, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susasa Yembise, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
 
Pantauan di Istana Negara, sekitar pukul 14.00 WIB, tampak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Namun ia tak banyak berkomentar soal kehadirannya itu.
"Nanti saja," katanya.
 
Beberapa saat kemudian, giliran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Yohana mengaku tidak tahu soal pemanggilan dirinya oleh Presiden Jokowi. "Enggak tahu saya dipanggil," kata Yohana.
 
Beberapa menit kemudian, hadir Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga. Puspayoga. 
Ketika ditemui usai pertemuan, Puspayoga mengaku dirinya melaporkan kinerja yang telah dilakukannya sebagai menteri.
 
Puspayoga mengatakan, dirinya melapor ke Presiden Jokowi terkait peringatan Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli. Tahun ini diadakan di Jambi, yang dihadiri Presiden Jokowi. Dalam pertemuan itu, dirinya mendapat pesan dari Jokowi terkait koperasi dan UKM. "Supaya bagaimana koperasi dan UKM itu didorong untuk bisa ekspor lebih besar. Itu saja," katanya.
 
Dia tak menampik jika pemanggilan dirinya oleh Jokowi sebagai bentuk evaluasi. "Evaluasi bagaimana kementerian sekarang, kementerian Koperasi dan UKM sebagai penyalur KUR, peningkatan kualitas koperasi. Seperti langkah-langkah kita itu diapresiasi sama Presiden. Jadi langkah rehabilitasi, reorientasi, dari kualitas ke kualitas, pengembangan koperasi," jelasnya.
 
Ketika ditanya seperti apa penilaian Presiden terhadap kinerja dirinya, Puspayoga hanya menjawab singkat. "Tadi sih beliau enggak bilang positif negatif, yang penting mengalir begitu saja," ujarnya.
 
Semua Dipanggil 
Terkait pemanggilan sejumlah menteri tersebut, Juru Bicara Presiden, Johan Budi SP mengatakan, evaluasi memang terus menerus dilakukan Presiden Jokowi. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang lumrah dilakukan  seorang Presiden.
 
"Evaluasi dilakukan terus menerus. Bahwa ada yang ditanya, kemudian perkembangan pekerjaan yang bersangkutan, adalah hal yang biasa," terangnya.
 
Dikatakan Johan, semua menteri dipanggil oleh Jokowi. Namun tidak dalam waktu yang bersamaan. "Kemarin juga ada menteri dipanggil, sekarang juga. Ini bagian evaluasi kinerja. Sekali lagi tidak pada satu titik. Panjang," kata mantan Jubir KPK ini.
 
Ketika ditanya apakah evaluasi ini berlanjut ke perombakan kabinet, Johan tak menampiknya. Namun terkait perombakan atau tidak, hanya Presiden Jokowi sendiri yang tahu.
 
"Sekali lagi, soal reshuffle hanya Presiden yang tahu. Tapi kalau melakukan evaluasi kinerja tidak hanya dilakukan pada satu titik tertentu. Saya kira Presiden selalu menyatakan bahwa pembantunya dalam hal ini menterinya bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Presiden. Menteri sebagai pelaksana kebijakan pemerintah," tambahnya.
 
Johan juga mengatakan, salah satu tolak ukur perombakan kabinet adalah evaluasi. "Tolak ukur reshuffle atau tidak ya evaluasi kinerja. Tapi perlu dipahami evaluasi tidak hanya satu titik waktu tertentu," katanya.
 
Ketika ditanya lagi seperti Presiden Jokowi menunjukkan ketidakpuasan kinerja para menterinya, Johan mengatakan hal itu hanya Presiden yang tahu. "Saya kira Presiden kan juga dapat informasi dari banyak pihak ya, menilai kinerja menteri atau pembantunya. Sering juga disampaikan presiden, setiap saat melakukan evaluasi kinerja para pembantunya," ujarnya lagi.
 
Belum Ada 
Sementara itu, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, mengaku selaku partai pendukung, pihaknya belum pernah diajak Presiden Jokowi membahas reshuffle kabinet tersebut.
"Belum tuh belum (diajak bicara)," ujarnya, di sela peringatan HUT Garda Pemuda Nasdem di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
 
Paloh sendiri menyerahkan keputusan soal kabinet kepada Presiden Jokowi. Dia mengaku tak akan ikut campur soal komposisi kabinet.
 
"Ya kita serahkan semua pada Pak Jokowi-lah, kan Beliau presiden yang memiliki hak prerogatif. Ya kan memang kita memberikan dukungan tanpa syarat, jadi konsisten saja sampai selesai masa jabatan beliau ya," ucap Paloh.
 
Saat ini di Kabinet Kerja Partai Nasdem memiliki tiga kursi yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, serta Jaksa Agung Prasetyo. Sebelumnya ada pula kader Nasdem yaitu Tedjo Edy Purdijatno yang pernah duduk di kursi Menko Polhukam yang kini dijabat Luhut Binsar Pandjaitan. (bbs, dtc, ral, sis)

Editor:

Terkini

Terpopuler