Hilangkan Gesekan dan Kekecewaan

Ahad, 03 April 2016 - 23:18 WIB
Sekretaris Daerah H Burhanuddin berbincang dengan seorang pasien ketika meninjau aksi layanan kesehatan MUI dan Dompet Dhuafa di Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis, Minggu (3/4).

BENGKALIS (riaumandiri.co)-Sebagai agama yang rahmatan lilalamin, Islam mengajarkan umatnya untuk mencintai keindahan, yang diantaranya harus diwujudkan dengan saling menghayati apa yang dibutuhkan orang lain.

"Allah SWT memerintahkan demikian, karena saling berbagi sesungguhnya merupakan rahasia kesuksesan terbesar. Orang yang mampu berbagi, ia mampu membaca pikiran orang lain.

Ia akan selalu berusaha mendengar dari telinga dan melihat dari mata orang lain. Ini, tentu akan membuatnya mampu berkomunikasi dengan siapa saja," pesan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dibacakan Sekretaris Daerah H Burhanuddin ketika memberikan sambutan tertulis pada kegiatan tablig akbar yang ditaja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Sabtu (2/4) malam.

Tablig akbar yang mengambil tema 'Indahnya Berbagi' itu, dipusatkan di Masjid Istiqomah Bengkalis. Tiga mubaligh yang mengisi kegiatan yang diawali penyerahan santunan untuk kaum dhuafa itu, yaitu, Ustadz Ahmad Mukhlisin, H  Ali ambar  dan DR Muhammad Fahri.

Bukan itu saja, imbuh Amril, saling berbagi juga merupakan rahasia kebahagiaan terbesar. Kemampuan berbagi melahirkan rasa kasih sayang luar biasa, karena kasih sayang sejatinya merupakan inti kebahagiaan. Dengan berbagi kita bisa meringankan beban di hati.

"Intinya, kalau kita mam pu berbagi, tentu tidak akan ada lagi gesekan, kesedihan, kekecewaan, keburukan, serta hidup dan kehidupan kita di dunia fana ini dalam keadaan aman, tenteram, damai, serta saling cinta dan menyayangi," ujarnya.

Orang yang mampu berbagi dengan orang lain, sejatinya adalah orang yang mampu menguasai emosi dari dirinya sendiri. Bila kita sudah demikian, maka segala sesuatu di dunia ini akan dapat kita pahami. Jika ini telah dapat kita memahami dengan benar, maka tidak ada lagi kebencian dan permusuhan dalam hati.

"Berbagi itu tidak berarti selalu identik dengan uang. Bisa dengan berbagi cerita, berbagi ilmu pengetahuan agama maupun umum, berbagi pengalaman, berbagi suka-cita, berbagi perasaan, berbagi makanan dan masih banyak lagi yang lainnya. Sehingga benar-benar terwujud mahabbah shodiqoh. Artinya, cinta yang sebenar-benarnya.

Di bagian lain Amril mengajak seluruh warganya, khususnya, umat Islam di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, untuk mengetahui, memahami dan menjadikan indahnya berbagi sebagai budaya dan kebutuhan.

"Menjadi hamba-Nya yang benar-benar menyadari manfaat indahnya berbagi untuk kesuksesan dan kebahagiaan kita. Menjadi hamba-nya yang senantiasa suka berbagi, dimanapun, kapanpun, kepada siapapun dan dalam situasi apapun," ajaknya.

Kegiatan tabliq akbar dihadiri Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H Amrizal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Jumari dan Imam Masjid Istiqomah Bengkalis H Ghufronuddin.

Sedangkan mubaliigh yang memberikan siraman rohani Ustadz Ahmad Mukh lisin, (Corps Dai Dompet Dhuafa Riau), H Ali Ambar  (Dosen STAIN Bengkalis) dan DR Muhammad Fahri, (Divisi Pengelolaan Zakat Kemenag Provinsi Riau dan Dosen Pasca Sarjana UIN Suska Riau).(adv/humas)

Editor:

Terkini

Terpopuler