Ajak Marketer Pahami Perkembangan Industri Digital Terkini

Jumat, 18 Maret 2016 - 09:05 WIB
(ki-ka) Direktur Digital Service XL, Ongki Kurniawan, Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Deputy Kepala Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik dan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam acara Dig-In 2016 DIGITALi

Jakarta (riaumandiri.co)-Era digital membawa dunia pada kondisi tanpa batas. Platform digital pun kemudian menjadi sarana yang mampu menjadikan dunia terbentang begitu luas untuk berinovasi dan berkreasi.

 Guna memberikan update perkembangan terbaru mengenai industry digital di Indonesia dan dunia, PT XL Axiata Tbk menyelenggarakan ajang bertitel 'Dig-In 2016 DIGITALisME' di Jakarta, Kamis (17/3).

Hadir dalam acara ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Deputy Kepala Ekonomi Kreatif Ricky Pesik.

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini mengatakan, 'DIGITALisME' merupakan sebuah gerakan untuk berpikir secara out of the box (ke luar dari kotak) untuk memaksimalkan pemanfaatkan sarana digital. Sehingga pelaku pemasaran dapat dengan bangga berteriak.

" Digital adalah saya! Pada ajang ini, kami sengaja mengundang pimpinan pemerintah termasuk kepala daerah untuk mengetahui sejauhmana perhatian kalangan pemerintahan dalam menyikapi era serba digital yang tidak bisa kita bendung lagi, dalam mengimplementasikan teknologi digital dalam layanan kepada publik dan dalam mendukung program ekonomi digital," terangnya.

Dia menambahkan, melalui ajang ini, XL berharap, semua kalangan pemasar (marketers) dapat mengerti secara mendalam mengenai bagaimana cara beriklan di platform digital secara efektif, dan menjadikan sarana digital sebagai cara terbaik meraih pelanggan, menaklukkan pasar. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah di tingkat pusat dan daerah sangat relevan untuk membantu kalangan pemasar dalam menyusun program bisnis melalui yang berbasis pada teknologi digital.

Kepastian regulasi dan program pemerintah akan sangat mempengaruhi iklim bisnis digital. Sebagai contoh misalnya perlunya regulasi yang mengatur persaingan usaha asing dan lokal. Juga perlu adanya kebijakan yang mempermudah kalangan marketer dalam memaksimalkan potensi industri digital nasional untuk menghadapi serangan dagang dari luar negeri.  Selain itu juga perlu adanya landasan kebijakan untuk mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas mengenai manfaat teknologi digital dan berbagai sarana turunannya.

700 Peserta
Dig-In 2016 akan diikuti oleh tidak kurang dari 700 peserta, yang terdiri dari kalangan pemasar. Mereka datang dari industri pemasaran antara lain Digital Agency, Media Agency, juga Technology Enabler. Para petinggi dari kalangan C-Leval dan Brand Manager perusahaan di bidang pemasaran dipastikan tidak akan melewatkan kesempatan ini.

XL sendiri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah dalam program XmartCity dan XmartVillage. Melalui program tersebut, sejauh ini XL telah mampu mendukung pemerintah daerah setempat dalam implementasi pemanfaatan berbagai layanan digital untuk memaksimalkan layanan publik.

"Selain itu, XL juga membantu menyediakan beragam platform digital yang mampu menjadi sarana promosi dan komunikasi masyarakat untuk keperluan bisnis mereka, juga akses ke sumber-sumber informasi, bahkan menggalang dana," tuturnya.

Kebijakan pemerintah daerah yang telah bervisi pada pemanfaatan sarana digital sejauh ini telah XL rasakan cukup membuka peluang bagi pengembangan usaha berbasis digital.     

Menurut Dian, bagaimana pun juga laju teknologi digital tak akan bisa dibendung. Cepat atau lambat semua harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam mengadopsi teknologi digital. Tinggal bagaimana pemerintah dan pelaku usaha memaksimalkan manfaatnya agar teknologi berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup masyarakat.(rls)

Editor:

Terkini

Terpopuler