BEM UR Tolak Revisi UU KPK

Sabtu, 27 Februari 2016 - 09:35 WIB
Badan Ekseskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau datangi gedung DPRD Riau, Jumat (26/2/2016).

PEKANBARU (riaumandiri.co)- Puluhan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau menuntut agar revisi undang-undang KPK dibatalkan.

Tuntutan disampaikan dalam demo aksi damai, Jumat (26/2), di depan gedung DPRD Riau. Demonstran menilai revisi undang-Undang KPK melemahkan lembaga KPK sebagai lembaga anti rasuah.

"Selama ini, lembaga KPK ini sudah mampu membongkar banyak kasus besar korupsi yang ada di Indonesia. Dengan adanya revisi ini jelas-jelas memperlemah agenda pemberantasan korupsi," ujar Kordinator, Triandi Bimankalid.

Demonstran menolak usulan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK yang jelas-jelas memperlemah pemberantasan korupsi, menuntut pemerintah dan DPR untuk menghentikan upaya pembahasan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK yang memperlemah pemberantasan korupsi. Kemudian, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

"Kemudian, mendorong percepatan pembahasan RUU Tipikor sebagai wujud dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi secara menyeluruh dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengkritisi dan menolak segala upaya pelemahan KPK, serta memberantas segala bentuk tindak pidana korupsi," terang Triandi.

Demonstran meminta agar DPRD Riau menyampaikan tuntutan mereka ke pemerintah pusat.
Demonstran memberikan kado bebeerapa ekor tikus putih yang merupakan simbol dari para koruptor yang tak pernah mati di Negara ini.

Namun, kado tikus demonstran tersebut ditolak Sekretaris Komisi A, Suhardiman Amby, yang menyambut para demonstran. Kendati demikian, Politisi Hanura ini memberikan apresiasi penolakan yang dilakukan mahasiswa UR menolak revisi uu kpk sebagai bentuk pelemahan KPK RI.

Menurut Politisi Asal Kuansing, seharusnya cara yang lebih baik bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih sopan bukan memberikan kado tikus. Apalagi, mahasiswa sebagai kaum intelektual. "Seharusnya, mereka menyampaikan dengan cara yang masuk akal pula dengan cara cara yang ilmiah ," ujar Suhardiman.

Puluhan mahasiswa tidak berhasil masuk karena dijaga dengan ketat oleh aparat keamanan. Demonstran meninggalkan kotak berisi tikus tersebut di depan pintu masuk Gedung DPRD Riau. ***

Editor:

Terkini

Terpopuler