Petani Ancam Alih Fungsi Lahan

Senin, 22 Februari 2016 - 08:01 WIB
Tampak saluran irigasi yang dibangun Dinas Bina Marga dan Pengairan di Desa Menaming tak berfungsi.

RAMBAH (riaumandiri.co)-Petani di Desa Menaming, Kecamatan Rambah kecewa dan mengancam akan mengalihfungsikan lahannya menjadi perkebunan jika tidak ada perhatian Pemkab Rohul terhadap Bendungan Aek Parlakkitangan yang tidak berfungsi.

Sesuai informasi yang disampaikan tokoh masyarakat Desa Menaming, Lahutdin Lubis didampingi Ismar Daulay, Sabtu (20/2) membenarkan kalau bendungan tersebut sudah lama dibangun, tidak dapat berfungsi lagi. Mungkin karena konstruksi bangunan dinilai tidak bagus bahkan terkesan asal jadi.

Akibatnya sekitar 7 kilometer, irigasi yang dibangun Pemerintah untuk mengairi puluhan hektare sawah di daerah ini tak berfungsi.

Tidak berfungsinya bendungan tersebut ternyata sudah sering disampaikan kepada Dinas Bina Marga dan Pengaraian (BMP) dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Rohul, namun tidak ada tanggapan.

Ditegaskan Lahutdin dan Ismar pembangunan bendungan dinilai asal jadi karena jika dilihat dari fisik bangunan ada yang tinggi dan ada yang rendah, sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik. “Bahkan kini ada sekitar 40 meter rusak total, kemudian kalau diperbaiki ada 4 gorong-gorong harus dibongkar, hal inilah penyebab air tidak sampai ke lahan persawahan petani,” terangnya.

Turun Memantau Mendengar informasi tersebut Personil TNI 02 Rambah, Serka. Yendri dan Kopda. Dedy Novery Samosir langsung turun ke lapangan untuk memantau langsung lokasi persawahan sekaligus mendokumentasikannya.

Secara kasat mata kedua personel TNI 02 Rambah ini melihat kondisi saluran irigasi memang tak pakai. Sesuai rencana hasil investigasnya tersebut nantinya akan dilaporkan kepada pihak terkait.

“Dari hasil diskusi dengan petani, di antaranya kelompok tani (koptan) Cendana, Ranah Makmur 1 dan Koptan Rana Makmur 2, bahwa akibat tidak berfungsinya bendungan dan irigasi tersebut sekitar 70 hektare sawah milik petani tidak dapat dilalui air. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena warga mengancam, jika dalam waktu dekat irigasi tidak dapat difungsikan petani akan menanam kelapa sawit dan karet,” ujar Serka Yandri, menyampaikan ancaman petani.

Menurut Serka. Yendri dan Kopda. Dedy Novery Samosir, aspirasi petani tersebut sudah disampaikan kepada Kepala Dinas PTH Rohul, Mubrizal. Dan beliau mengaku telah menerima laporan itu dari masyarakat. Namun karena itu bukan tupoksinya makanya hanya bisa dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan intansi terkait.

Kemudian, dicoba mengkonfirmasi dengan Kepala Dinas BMP Rohul Arisman, namun sayang handphone pejabat ini tidak aktif, kemudian didatangi ke kantornya juga tidak ada, hal yang sama juga saat hendak menjumpai Kepala Bidang Pengairan DBMP Rohul. "Juga tidak berhasil mendapatkan informasi apapun,” ujar Serka Yendri dan Kopda Dedy Novery Samosir.

Sesuai hasil pantauan Serka. Yendri dan Kopda. Dedy Novery Samosir,  Terlihat di sekitar irigasi tersebut, selain rusak parah juga rerumputan sudah menjalar dan mengusai bangunan-bangun irigasi, bahkan tak jarang sebagiannya sudah ada yang bolong dan roboh. Tidak itu saja beberapa titik sudah ada yang longsor.***

Editor:

Terkini

Terpopuler