FKKBK Riau Serahkan Sembako bagi Korban banjir

Selasa, 16 Februari 2016 - 13:41 WIB
FKKBK Riau mengunjungi Posko korban banjir Desa Buluh Cina, Kabupaten Kampar.

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan Riau melakukan kegiatan sosial mengunjungi korban banjir di Desa Wisata Bulu Cina, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini merupakan langkah perdana sejak dikeluarkan Surat Keputusan oleh Ketua Umum FKKBK Pusat.

Menurut Ketua FKKBK Riau, Abdul Khair, kegiatan sosial kali ini, memberikan sedikit bantuan kepada korban banjir yang ada di Desa Bulu Cina Kabupaten Kampar yang hingga saat sekarang ini masing terendam air dengan ketinggian 6 meter dari permukaan sungai.

"Kita akui tidak seberapa bantuan yang diberikan, namun semua ini semata-mata dari pengalangan dana masing-masing anggota yang perduli akan bencana banjir yang melanda di kampung desa Bulu Cina Kabupaten Kampar," katanya, Senin (15/2), usai memberikan bantuan berupa sembako dan dana secukupnya.

Dari sisi lain, Abdul Khair, mengartikan sebuah musibah ini bukanlah semata-mata sebagi cobaan, tapi sebuah kajian yang mesti dipikirkan bersama arti secara keseluruhan. Abdul Khair menyarankan, agar korban banjir selalu tawaduk dan berserah diri kepada sang Maha Pencipta yakni Allah SWT yang selalu memberikan kebaikan di atas kesusahan.

"Keprihatinan kami ini bukan sekedar serimonial saja, tapi apa yang diarasakan saudara kami, juga menyentuh sanubari yang tulus," urainya.

Dari sisi lain Kepala Desa Bulu Cina Kabupaten Kampar M Raliste menyapaikan ucapan terimakasih yang amat dalam atas bantuan yang diberikan FKKBK Riau. Ucapan terimakasih bantuan yang sudah diberikan akan disalurkan kepada warga yang terkena banjir secara bersamaan dengan bantuan yang ada setiap harinya.

"Kami sangat berterimakasih dengan kehadiran FKKBK atas keprihatinan warga korban banjir, semoga apa yang niatkan terus mendapat keridoaan Allah SWT," jelasnya.

Menyinggung masalah banjir, M Raliste menyampaikan untuk sementara ini belum ada korban jiwa, tapi masalah wabah penyakit seperti gatal-gatal dan deman masih terjadi. Terkait masalah ketinggian debit air banjir dari permukaan induk sungai Kampar sekitar kedalaman 6 meter.

"Mudah-mudahan kami mengharapkan, musibah dan cobaan ini segera berakhir walaupun tidak ada solusinya karena dekat dengan PLTA Kotto Panjang sebagai Pembangkit Tenaga Listrik Riau," katanya.(pep)

Editor:

Terkini

Terpopuler