Bupati Wardan Perjuangkan Peningkatan Harga Kelapa

Ahad, 15 November 2015 - 09:25 WIB
Ilustrasi

TEMBILAHAN (HR) -Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperjuangkan peningkatan harga kelapapetani di pasaran, sehingga benar-benar menguntungkan petani.

Hal ini dikakatan Bupati Inhil, HM Wardan, kemarin. Dikatakannya, untuk memperjuangkan perbaikan harga kelapa, maka beberapa waktu lalu bersama Satker terkait menjumpai langsung Menteri Perdagangan (Mendag) RI bagi ekspos pendirian Resi Gudang di Inhil.

"Kita memperjuangkan berdirinya Resi Gudang. Dengan adanya Resi Gudang ini tentunya ke depan standar harga komoditi kopra dapat memberikan jaminan kepada petani," sebutnya.
Tambahnya, sebagai Negeri Hamparan Kelapa Dunia, maka komoditas ini harus memberikan manfaat sebesarnya bagi masyarakat petani di Kabupaten Inhil.

Usulan pendirian Resi Gudang ini ditanggapi positif Pemerintah Pusat, karena Rabu (12/8) lalu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan RI mengadakan pertemuan dengan Bupati Inhil, HM Wardan untuk membahas tentang komoditi kopra sebagai subjek Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang (PL) yang akan didirikan di Kabupaten Inhil.

Tim BAPPEBTi ini melakukan survey dan melihat langsung kondisi perkebunan kelapa di Inhil dalam upaya mewujudkan Sistem Resi Gudang di Inhil.
Kepala Biro Analisis Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Mardjoko menyatakan, Kabupaten Inhil dinilai sudah memenuhi syarat dan layak dibangun Sistem Resi Gudang (SRG).

"Peluang Kabupaten Inhil cukup besar untuk diberlakukannya Sistem Resi Gudang ini," sebutnya. Diharapkan, dengan pemberlakukan SRG ini dapat memperbaiki harga jual kopra di wilayah ini.
Untuk diketahui, BAPPEBTI merupakan institusi pemerintah yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan bertugas untuk menjalankan pengawasan serta membuat peraturan dan tata tertib dalam pelaksanaan Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia.(rtc/hen)

Editor:

Terkini

Terpopuler