Pemerintah Diminta Bangun Pabrik Es

Senin, 09 November 2015 - 21:32 WIB
Ilustrasi

TANJUNG SAMAK (HR)-Sejak lama kami mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti agar membangun pabrik es di Tanjung Samak.

Kebutuhan es bagi nelayan sama pentingnya dengan bahan bakar minyak. Tidak ada minyak, nelayan tentu tidak bisa melaut. Demikian juga perihal batu Es, jika tidak ada juga tidak bisa pergi melaut.

Sebab  dua komoditi tersebut menjadi kebutuhan primer sama dengan kebutuhan bahan makanan selama di tengah laut.

Kita dapat ikan tentu harus diawetkan dengan es. Sebab begitu kita mendaptkan ikan, kadang masih menunggu bermingu-minggu untuk bisa mendarat kembali. Selama di tengah laut itu, kondisi ikan yang sudah berhasil ditangkap itu harus segar. Dan jika esnya tidak mencukupi maka akan ikan akan segera busuk.

"Kebutuhan es bagi nelayan, menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda-tunda. Pokoknya jika batangan es tidak ada, kegiatan melaut terpaksa ditunda,”ungkap Wiriyono salah satu nelayan Meranti yang kerab beroperasi hingga ke Selat Malaka itu.

Menurutnya, banyak nelayan masih membeli es batangan  dari TB Karimun. Karena pabrik es di Selat Akar sejauh ini juga belum mampu menutupi seluruh kebutuhan nelayan .

Apalagi jika harus menjemputnya ke Selat Akar, akan menguras banyak bahan bakar minyak. Jadi nelayan yang berasal dari Kecamatan Rangsang berharap agar pemerintah kabupaten membangun pabrik Es di Tanjung Samak.

Posisi pabrik di Tanjung Samak akan memberikan kemudahan bagi para nelayan. Apalagi nantinya juga dilengkapi dengan pendirian APMS yang bisa melayani kebutuhan BBM bagi nelayan tersebut. Jadi kita bisa mendapatkan dua kebutuhan vital dalam satu lokasi,”ujar Yono.

Disebutkannya, pemerintah kabupaten sejak lama telah menjanjikan akan mengaktifkan TPI yang ada di Tanjung Samak. Sekaligus akan membangun pabrik es dan juga penyediaan depot solar untuk kebutuhan nelayan.

Dengan tersedianya tiga komponen yang sangat dibutuhkan nelayan tersebut akan membantu nelayan untuk lebih berproduksi,”sebut dia lagi.(jos)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler