PLN Benarkan Masukkan Kode TMP Bisa Tambah Kwh

Senin, 02 November 2015 - 23:21 WIB
Ilustrasi

MEDAN (HR)-Saat ini, rumor kode penambah Kwh pada struk pembelian Token ataupun listrik prabayar sedang menghebohkan dunia maya. Beberapa akun media sosial memposting imbauan agar tidak buru-buru membuang struk pembelian Token. Sebab, di bawah struk ada kode yang bisa menambah Kwh.

Ketika hal ini dikonfirmasi Tribun Medan, Humas PLN Sumut, Mustafrizal pun membenarkan adanya kode tersebut. Dijelaskannya kode yang tercantum di bawah struk pembelian listrik prabayar.

"Iya itu benar adanya, kode yang tertera di bawah token ataupun pembelian listrik prabayar itu bisa menambah KwH," ujarnya Senin (2/11).

Dijelaskannya, kode itu bagian dari tingkat melayani pelanggan. Sebab, PLN tidak ingin masyarakat yang memakai listrik prabayar rugi. Kode tersebut bisa ditambah dayanya tergantung dari kondisi listrik.

"Jadi, selama ini kan sering pemadaman. Misalnya, di daerah itu, listrik dibeli pelanggan dengan hitungan 100 persen, sementara matinya listrik bisa 12 kali dengan hitungan sekali mati 10 persen ya, jadi hitungannya 120 persen. Nah, yang 20 persen itu diganti PLN melalui kode itu, artinya kita ingin meningkatkan pelayanan dan tidak menginginkan pelanggan rugi," ungkapnya.

Sebelumnya, kabar mengenai penambahan daya jika kita memasukkan kode TMP berawal dari status Facebook.

Hal ini diungkapkan Eko Marhaendy dalam akun Facebooknya. Menurutnya informasi ini mungkin tidak begitu penting bagi pelanggan listrik yang sudah mengerti.

Untuk pengguna listrik pra-bayar (token), jangan segera membuang slip pembelian token anda, tapi coba perhatikan terlebih dahulu apakah di sana ada termuat Token TMP sebagaimana dilingkari pada gambar di atas.

Jika ada, maka masukkan kembali nomor token yang tertera, anda akan mendapatkan tambahan Kwh sebagai kompensasi dari PLN akibat tidak tercapainya Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

"Pasalnya, ketika saya bertanya kepada pelayan market tempat saya membeli, tidak ada yang bisa menjelaskan maksud nomor token TMP itu sehingga saya harus menganalisa sendiri," kata Eko.

Seperti yang diduga, ternyata benar bahwa jumlah Kwh dalam TMP tersebut ditambah karena merupakan kompensasi yang diberikan PLN kepada konsumen.(tbn/rio)
 

Editor:

Terkini

Terpopuler