Warga Belum Terima Bantuan PT SRL

Ahad, 25 Oktober 2015 - 22:23 WIB
Ilustrasi

TANJUNG KEDABU (HR)- Masyarakat Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir salah satu desa yang berada di sekitar PT SRL di Pulau Rangsang, ternyata dua tahun terakhir belum menerima bantuan dari perusahaan.

"Bantuan tersebut sesuai janji perusahaan yang sebagaimana yang diterima oleh desa-desa lainnya di Kecamatan Rangsang. Tidak tahu apa alasan PT SRL sehingga bantuan itu tidak disalurkan. Bahkan bantuan untuk tahun 2014 juga masih belum diberikan. Walau sudah disampaikan beberapa kali ke perusahaan, namun toh tidak ada hasilnya,”ungkap Razali, tokoh masyarakat Desa Tanjung Kedabu kepada Haluan Riau di Selatpanjang Minggu kemarin.   

Razali mengungkapkan, sejak tahun 2014 lalu hingga saat ini janji perusahaan yang menjadi kewajibannya itu belum juga terealisasi. Masyarakat berharap perusahaan bisa segera merealisasikannya. Sebab dana itu digunakan untuk masyarakat dalam berbagai kebutuhan. Dan diharapkan dalam pembayaran nanti juga bisa dilakukan sekaligus untuk CD tahun 2015, sebab tak lama lagi tahun ini juga akan berakhir,”kata Razali.

Kepala Desa Tanjung Kedabu Bob Hutahaean menjawab Haluan Riau lewat ponselnya membenarkan kalau bantuan perusahaan untuk desanya itu masih belum terealisasi. Untuk tahun 2014 kata kades ini, dana itu seyogianya digunakan untuk pelaksanaan berbagai turnamen olah raga di tingkat desa.

Turnamen itupun sudah dilakukan tahun lalu, namun dananya juga belum dibayarkan. Panitia pelaksana terpaksa harus banting stir untuk meminjam dana. Hingga saat ini panitia terebut belum bisa menutupi biaya turnamen itu, karena yang diharapkan hanyalah bantuan perusahaan itu.

Kita berharap PT SRL tidak ingkar janji, dan apa yang telah disepakati dengan masyarakat desa hendaknya direalisasikan dengan baik.Selain panitia yang menjadi kelimpungan, kepala desa juga kena getahnya. Dimana perangkat desa juga dituding masyarakat macam-macam. Dikira dana itu sudah disalurkan tapi digunakan oleh perangkat desa. Pada hal dana itu memang belum disalurkan perusahaan,ungkap Bob lagi.    

Disebutkan Hutahaean, semua program perusahaan dapat berjalan baik sebagaimana mestinya. Tidak ada kendala dalam memproduksi hasil hutan tersebut. Yang terganggu justru program desa karana selama ini berharap dana itu akan cair untuk berbagai kebutuhan masyarakan di desa.

Kita tegaskan, kalau memang itu mau diserahkan, ya segera diserahkan. Sebab kita tahu, tidak ada alasan perusahaan untuk tidak memberikan itu. Sebab  produksi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kecuali perusahaan itu tidak lagi berproduksi, itu lain soal. (jos)

Editor:

Terkini

Terpopuler