Paslon Harus Perhatikan Adat

Ahad, 11 Oktober 2015 - 21:55 WIB
Ilustrasi

KEPENUHAN (HR)-Ketua  Lembaga Kerapatan Adat Luhak Kepenuhan yang yang memimpin 10 suku, Bakhtiar AH yang bergelar Datuk Bandaro Sakti  berharap kepada anak kemenakan yang bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2015 mendatang agar memperhatikan adat dengan menjadikannya sebagai bagian tigo tungku sojorangan, tali bopilin tigo.

Dijelaskan Bakhtiar AH, tigo tungku sojorangan tali bopilin tiga itu yakni pemerintah, agama, dan adat berjalan seiringan dalam pembangunan di Negeri Seribu Suluk ini. Khusus di Luhak Kepenuhan, siapapun yang terpilih hendaknya mengisi pembangunan serta memikirkan kesejahteraan masyarakat nantinya.

Hal ini disampaikan Datuk Bandaro Sakti, Minggu (11/10) menyikapi usia ke 16 Kabupaten Rohul yang dirayakan pada Senin (12/10) (hari ini,red). Dia berharap momentum HUT ke-16 Rohul ini hendaknya dijadikan sebagai bahan renungan, intropeksi untuk kemajuan dan kejayaan Negeri Seribu Suluk, jangan sampai bercerai berai.

“Bak kata pepatah, sociok bak ayam sodonciang bak bosi, picak samo dilayangkan bulek samo digulikkan, soiyo sakato, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

 Inilah salah kunci keberhasilan Rokan Hulu. Kemudian pepatah lainnya Toklibek ikan di ayie, lah tau jantan batinonyo. Dengan pengertian apapun yang dilaksanakan arti dan maknanya sudah diketahui masyarakat,” terang Datuk Bondaro Sakti.

Diakuinya sejak Rohul dimekarkan 12 Oktober 1999 atau 16 tahun silam, 5 luhak di Rohul yakni Rambah, Kepenuhan, Kunto, Tambusai dan Kunto, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari bagian sejarah dan kiprahnya dalam menghantarkan negeri ini menjadi sebuah kabupaten.

“Perhatian Pemkab Rokan Hulu khususnya di bidang adat dinilai sudah baik. Ini dibuktikan dengan berjalannya kegiatan di lembaga adat. Nemun kedepan diharapkan perhatian pemkab Rokan Hulu kepada lima Luhak terus bergulir dan dan bertambah baik,” harapnya. (gus)

Editor:

Terkini

Terpopuler