Pilih Satu atau Dua

Rabu, 26 Agustus 2015 - 15:10 WIB
Ilustrasi

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah serentak telah dimulai dan telah memasuki tahapan nomor urut pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati.

 Di Negeri Seiya Sekata, dua pasangan calon bupati dan wakil bupati akan bertarung memperebutkan kursi panas itu pada 9 Desember mendatang. Hanya ada dua pilihan bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan, pilih nomor satu atau nomor dua.

 Jika suka dengan nomor satu, itu artinya masyarakat memilih pasangan M Harris dan Zardewan, sedangkan nomor dua adalah pasangan Zukri dan Anas Badrun. Kedua kandidat itu, adalah putra terbaik negeri ini. Di atas pundak mereka kita titipkan amanah agar bisa memimpin negeri ini lebih baik lagi dan lebih sejahtera lagi.

Suhu politik tentu memanas dan boleh-boleh saja. Tapi, Pilkada bukan ajang gagah-gagahan antar calon pendukung, bukan arena tepuk dada tanya selera, terkesan seolah memaksa masyarakat untuk menjatuhkan pilihan.

 Karena, yang menjadi penentu siapa yang akan berhak menjadi kampiun 9 Desember nanti adalah rakyat Pelalawan. Dan, masyarakat sekarang sudah yakin seyakin-yakinnya telah memiliki jagoan atau hak suaranya nanti.

Namun, dinamika politik selalu dihadapkan dengan antar tim sukses saling mengklaim bahwa nomor dialah yang terbaik. Padahal, nomor satu baik dan nomor dua bagus. Biarkan masyarakat diberi keleluasaan memilih pemimpinnya tanpa dipaksa dan disodori oleh materi hingga harapan palsu.

Saatnya masing-masing tim sukses Cabup dan Wabup untuk tidak memberikan intimidasi dan black campaign ke tengah-tengah masyarakat. Ajari masyarakat dengan sesuatu yang benar, agar kelak menghasilkan masyarakat yang cerdas dan pemimpin yg amanah.

Sah-sah saja, setiap pendukung bicara lantang mengklaim bahwa nomor satu-lah, nomor dua-lah yang paling sakral, yang paling keramat atau yang paling berakal, yang paling hebat dan yang paling semuanya. Namun, yang terpenting, pesan dari momen helat demokrasi ini adalah agar silaturahmi tetap dijaga dengan baik.

 Nomor manapun yang menang, maka dialah sesungguhnya pemimpin sejati di negeri nan kental adat ini. Jadi, pilihlah satu atau dua. Itu saja, karena tak ada pilihan nomor tiga.***

Editor:

Terkini

Terpopuler