Batang Kelapa Hiasi Badan Jalan Rusak

Senin, 27 Juli 2015 - 10:17 WIB
Warga melewati badan jalan yang dihiasi potongan batang kelapa di jalan penghubung Kecamatan GAS dan Batang Tuaka.

TEMBILAHAN (HR)- Memang tidak salah jika ada ungkapan menyatakan, pohon kelapa adalah pohon kehidupan, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Hal ini semakin dikuatkan dengan banyaknya batang kelapa menghiasi bibir jalan, meski kondisinya rusak parah.

Di samping itu, selain menjadi sumber pendapatan keluarga dan perekonomian masyarakat Negeri Seribu Parit yang sebagian besarnya berprofesi sebagai petani, pohon kelapa juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti bahan baku pembuatan perabotan, rumah dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, di daerah yang dikenal juga dengan sebutan hamparan kelapa terluas dan terbesar di Provinsi Riau bahkan di Asia ini, pohon kelapa juga dimanfaatkan buat hiasan badan jalan yang kondisinya sangat rusak parah.

Seperti yang terlihat di jalan lintas kecamatan, yang menghubungan Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) dengan Kelurahan Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka. Di sejumlah titik jalan yang merupakan akses vital masyarakat menuju Ibukota Kabupaten Inhil, Kota Tembilahan, tampak batang kelapa yang dibelah menjadi dua bagian disusun menutupi lubang-lubang besar dan dalam, yang hampir memutus badan jalan tersebut.

Keberadaan batang-batang kelapa ini, tentunya sangat membantu masyarakat terutama para pengguna jalan, yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut, mulai dari petani, pedagang, pegawai hingga siswa sekolah.

"Kalau tidak ada batang kelapa ini, kami pasti kesulitan melewati jalannya. Apalagi saat hari hujan, jalan ini menjadi sangat licin dan berlumpur," tutur salah seorang warga Ramli, Minggu (26/7).

Menurut pengakuan warga Kelurahan Teluk Pinang ini, sebelum adanya potongan batang kelapa yang disusun menutupi lubang besar dan dalam di jalan tersebut, banyak masyarakat yang menjadi korbannya, mulai dari terjatuh hingga terperosok ke dalam lubang yang dipenuhi lumpur. "Dengan adanya batang kelapa ini, memang dapat sedikit membantu dan mengurangi kesulitan kami saat melintasi jalan tersebut. Tapi kondisi jalannya malah menjadi bergelombang, seperti ketika diperjalanan menggunakan speedboat," terangnya.

Oleh karena itu, masyarakat berharap kondisi jalan tersebut bisa segera diperbaiki oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat terutama para pengguna jalan ketika melakukan aktivitas sehari-harinya.(kpc/aag)

Editor:

Terkini

Terpopuler