Persoalan Listrik Aman

Jumat, 10 Juli 2015 - 09:06 WIB
ilustrasi

PASIR PENGARAIAN(HR)- Jika Pembangunan Gardu Induk dibangun di Kabupaten Rohul selesai, maka persoalan listrik di Riau bisa diselesaikan secepatnya. Hal ini disampaikan General Manager PLN Wilayah Riau-Kepri, Feby Joko Priharto, saat buka puasa bersama, Rabu (8/7) di halaman PLN Rayon Pasir Pengaraian.

Disampaikannya, untuk wilayah Riau ada delapan titik GI yang sudah dibangun, sedangkan lahannya belum tuntas. Untuk menuntaskan persoalan lahan tersebut PLN harus bersinergi dengan pemerintah daerah, kemudian berupaya memanfaatkan potensi yang ada, sehingga tidak bergantung pada fosil yang semakin lama semakin berkurang.

"Kemudian perlu efesiensi, karena hingga saat ini subsidi pemerintah sekitar Rp6,6 triliun per tahun. Diharapkan ke depan potensi baik energi terbaru melalui biogas bisa dimanfaatkan dengan baik," bebernya.

Untuk mengatasi defisit energi, sambung Feby Joko, perlu kerjasama kolektif. Karena hal itu tidak hanya tanggung jawab PLN, tapi juga tanggung jawab masyarakat.

"Khususnya di Kabupaten Rokan Hulu, mulai dari Rantau Berangin hingga ke Desa Rambah Tengah Hilir ada 450 tower GI yang perlu dilakukan pembebasan lahan. Sedangkan di depan titik GI tersebut dari 1.500 tower yang dibangun baru 300 tower yang sudah terselesaikan," ucap Feby Joko.

Sementara itu , Bupati Rohul Achmad menjelaskan terkait pembebasan lahan tower untuk GI di Pasir Pangaraian, dirinya meminta pihak PLN untuk mengirimkan data-data atau titik yang mau dibebaskan. Agar  pemerintah daerah bisa bekerja sama dan bersinergi untuk menyelesaikannya. Karena listrik memang kebutuhan vital bagi masyarakat. Saat ini seluruh aktivitas masyarakat harus menggunakan energi listrik.

Untuk itu agar kebutuhan Listrik dapat terpenuhi, Pemkab Rohul telah melakulan berbagai terobosan untuk pembangunan pembangkit listrik baik dari energi terbarukan, PLTBg dan lain sebagainya.(yus)

Editor:

Terkini

Terpopuler