DPR RI Desak Negara Adidaya Gunakan Pengaruh untuk Kemerdekaan Palestina

Senin, 25 Maret 2024 - 10:45 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon dalam sidang IPU ke-148, di Jenewa.(DPR)

RIAUMANDIRI.CO - Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidatonya dalam Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-148 di Jenewa, Swiss mendesak negara-negara besar (adidaya) di dunia untuk menggunakan pengaruhnya dalam membuka jalan kemanusiaan kepada jutaan warga di Gaza, Palestina.

 

"Kita semua yang ada di ruangan ini tidak bisa menutup mata terhadap penderitaan warga sipil di Gaza. Karena itu, saya mengajak kepada negara-negara besar di dunia, tolong gunakan pengaruh anda untuk mengembalikan kemanusian dan menghentikan peperangan," ujar Puan, Minggu (24/3).
 

Bagi Puan, salah satu yang dapat mendorong perdamaian Gaza adalah diplomasi parlemen. Hal itu seperti membangun budaya culture of peace serta mengedepankan dialog maupun kerja sama yang erat antarnegara.

 

"Parlemen harus memimpin dan memberi contoh dalam memperjuangkan 3 pilar perdamaian. Bukan sebaliknya, mengambil tindakan sepihak atau malah menciptakan pertengkaran. Diplomasi parlemen perlu lebih banyak kerja sama antarnegara," kata Politisi PDI-Perjuangan itu.

 

Puan mengatakan, kekejaman Israel terhadap warga sipil Gaza telah merobek hati dan nurani rakyat Indonesia. Apalagi tindakan tersebut telah merenggut ribuan nyawa perempuan, lansia, balita hingga mereka yang terkapar di rumah sakit. Bagaimanapun juga, kata Puan, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan oleh alasan apapun.

 

"Sayangnya pembunuhan, pertumpahan darah dan pengeboman oleh Israel terus berlanjut di Gaza. Ini adalah kekejaman luar biasa yang tidak dapat dijustifikasi oleh apapun karena berapa banyak nyawa yang harus melayang. Apakah kita akan tinggal diam? Indonesia akan selalu berdiri bersama Palestina dan mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menjadi negara merdeka," katanya.

 

Menurut Puan, saat ini adalah momentum yang tepat bagi semua negara untuk bersatu memberi suara perdamaian di Gaza. Apalagi bulan ini adalah bulan Ramadan di mana semua umat muslim di dunia sedang menjaga nilai-nilai perdamaian.

 

"Para delegasi yang terhormat. Hari-hari ini umat muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah puasa, bulan penuh berkah untuk mewujudkan nilai nilai perdamaian. Karena itu saya mendesak semua pihak untuk memastikan akses kemanusiaan dan tunduk terhadap hukum internasional. Tujuan uramanya adalah untuk menciptakan solusi dua negara berdasarkan hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB," katanya. (*)

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler