Tagih Janji, Komisi III Panggil PLN

Rabu, 06 Mei 2015 - 08:51 WIB
Suasana rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Inhil bersama PLN dan vendor, Selasa (5/5).

TEMBILAHAN (HR)–Menyikapi krisis listrik yang terus menghantui masyarakat Tembilahan dan tak kunjung membaik seperti yang dijanjikan, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kembali menggelar rapat dengar pendapat kelima kalinya bersama PLN.

Bedanya, rapat dengar pendapat atau hearing kali ini tak hanya dihadiri Ketua Komisi III dan anggota komisi, juga dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD Feriyandi dan Ketua Komisi II Ahmad Junaidi, serta manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman, Asisten Manajer Area Rengat Arif, Distanben Inhil, teknisi mesin sewa perwakilan vendor dan lembaga swadaya masyarakat LIRA, Rabu (5/5).

 Sebelumnya, baik PLN wilayah maupun PLN Rayon Tembilahan berjanji, bulan April listrik di Tembilahan akan kembali normal setelah kontrak mesin sewa baru milik PT WIC dengan daya 4 MW. Namun nyatanya, hingga saat ini pemasangan pondasi mesin sewa saja belum selesai. Ini membuat para anggota Dewan geram dan bertanya-tanya.

Pada hearing terakhir, pihak PLN berjanji listrik memberlakukan pemadaman bergilir lima kali hidup dan satu kali padam. Tapi sekali lagi hal itu tak direalisasikan oleh PLN Rayon Tembilahan. Pada kesempatan itu, Asisten Manajer Area Rengat Arif, menjelaskan saat ini kemampuan daya yang dimilili PLN Tembilahan sekitar 10,7MW sedangkan kebutuhan mencapai 13,1MW.
"Sekitar seminggu lagi akan masuk tambahan mesin berkekuatan 1 megawatt, maka siklus giliran bisa menjadi empat hidup dan satu kali mati," sebutnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III menyebutkan, karena hearing tak dihadiri lagi pemegang keputusan dan  belum ada kejelasan kapan kondisi listrik Tembilahan akan kembali normal, maka Komisi III dalam waktu dekat akan mencanangkan kembali memanggil GM Wilayah dan Manager Area. (mg3)

 

Editor:

Terkini

Terpopuler