Asa Generasi Muda Jaga Lingkungan Lalui Lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 19:12 WIB
Wamen LHK Alue Dohong (Ist)

RIAUMANDIRI.CO - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggelar Lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 yang merupakan tahun ketiga dalam kegiatan serupa.

Penyelenggaraan perlombaan dipilih sebagai cara untuk mendorong generasi muda tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga mengaktualisasi peran generasi saat ini sebagai kolaborator.

Melalui perlombaan ini seluruh peserta ditantang untuk mengaktualikasi ide Kampanye Satu Bumi Untuk Masa Depan yaitu aksi lingkungan kolektif dan transformatif dalam skala global untuk merayakan, melindungi, dan memulihkan bumi.

Kategori yang dilombakan adalah Desain Pemulihan Lingkungan, Video Sinematik Lingkungan, dan Karya Tulis merupakan salah satu upaya dari KLHK untuk mendorong generasi muda untuk menggabungkan momen revolusi digital untuk berkolaborasi tidak hanya bersifat gagasan tetapi ide yang langsung dapat diterapkan.

Rangkaian kegiatan lomba Hari Lingkungan Hidup tahun ini telah dimulai pada bulan Februari 2022 hingga awal Agustus 2022. Hal yang membedakan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yaitu pelaksanaan pelatihan Boothcamp atau Masterclass sebagai additional value program untuk memberikan pembekalan ilmu dan muatan teknis lomba. Peserta diberikan pembekalan berupa, berbagi pengalaman dari para pakar serta diskusi interaktif.

Pemenang lomba telah diumumkan pada Webinar Apresiasi Lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022 sekaligus peringatan HUT ke-77 RI pada Kamis, 18 Agustus 2022. Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, Ph.D.

Dengan mengangkat tema, “Satu Bumi Untuk Masa Depan: Harmonisasi Alam Untuk Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, KLHK yang memfasilitasi dan memastikan keterlibatan peran pemuda melalui saluran dan wadah yang lebih bermakna, dengan memperkuat suara dan keterwakilan anak muda. Tak lupa juga memastikan keberlanjutan manusia saat ini dan generasi yang akan datang menjadi tujuan utama dalam formulasi kebijakan lingkungan.

Lomba ini diikuti sebanyak 181 peserta dari 33 perguruan tinggi. Lokasi yang menjadi percontohan desain ekoriparian adalah Waduk Cipta Karya di Pekanbaru, Riau dan untuk pemulihan lahan di Desa Wonosari, Kabupaten Sempaja. Selain itu, untuk lokasi desain 3R diterapkan pada Pusat Kegiatan Publik (Sekolah, Pasar, dan Perkantoran).

Dua lomba selanjutnya, yaitu Lomba Video Lingkungan dan Lomba Karya Tulis yang mengangkat tema “Sungai Sebagai Pusat Peradaban Manusia” bertujuan untuk memotret dan juga menyampaikan gagasan, ide, dan kearifan lokal yang senyatanya telah dilakukan oleh masyarakat dalam mengelola sungai agar dapat diketehui oleh masyarakat yang lebih luas, sehingga upaya ini menjadi wadah inkubasi contoh-contoh terbaik yang dapat diadopsi oleh pemerintah atau pun juga oleh masyarakat lainnya di Indonesia.

Pada lomba Video Sinematik Lingkungan tahun ini diikuti oleh 115 peserta, mahasiswa dan umum. Sedangkan Lomba Karya Tulis Lingkungan Tahun 2022 naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yaitu diikuti sebanyak 633 Peserta, terdiri dari 336 orang peserta SMA dan 297 pelajar SMP.

Generasi muda perlu disediakan wadah diskusi dan interaksi dua jalur sehingga tercipta interaksi yang efektif. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, perlombaan hari lingkungan hidup di tahun ketiga telah juga memasukan inovasi ruang diskusi dan mentoring antara peserta dengan pakar/ahli untuk memastikan peserta tidak hanya mendapatkan semangat kompetisi tetapi juga nilai tambah pengetahuan dan internalisasi nilai positif perlindungan dan pengelolaan.

“Kita ingin ada para pemenang ini menjadi local hero, local champion yang ke depan akan menjadi motivator bahkan inspirator bagi rekan rekannya di lingkungan atau di lingkungan masyarakat yang lebih luas dengan demikian kita berharap akan banyak orang-orang yang menjadi semacam pahlawan lokal”, ungkap Alue.

Sebagai contoh, dalam Lomba Desain Pemulihan Lingkungan, ditemukan beberapa contoh pemanfaatan teknologi dalam menghasilkan karya. Peserta secara mandiri memanfaatkan teknologi virtual meeting untuk berinteraksi dengan masyarakat di lokasi tapak perlombaan untuk mendapatkan masukan dan berdiskusi secara langsung sehingga aspek pemberdayaan masyarakat dan nilai tambah ekonomi pasca pemulihan digali secara lebih komprehensif.  Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk dapat menganalisis lokasi tapak agar proses desain dilakukan secara tepat dan efektif, juga dilakukan oleh peserta Lomba Desain Pemulihan Lingkungan.
Alue memberikan selamat dan apreasi tinggi kepada semua peserta dan pemenang lomba tahun ini atas semangat dan karya yang telah dihasilkan.

“Jadikan ini sebagai motivasi, dan tidak hanya sampai disitu tapi terus berkembang ke depan terutama menjadi inspirator dan motivator kepada rekan-rekannya yang lebih banyak lagi”, ucap Alue.
Sementara itu Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Reliantoro salam sambutannya mengulas mengenai beragam loma yang yang diselenggarakan Ditjen PPKL, baik pengumuman awal, tema lomba, jumlah peserta, pelaksanaan, yakni difusi pengetahuan dan pembekalan peserta melalui booth camp, hingga penjurian yang akhirnya mengerucut pada pemenang.

Misalnya lanjut Sigit Reliantoro, lomba desain pemulihan lingkungan atau LDP-2022,booth camp diikuti oleh seluruh peserta lomba dan bertujuan untuk memberikan pembekalan terhadap ketentuan dan muatan teknis lomba desain pemulihan lingkungan, sharing best practice dari pakar, dan pengenalan program pemulihan lingkungan oleh KLHK.

Adapun lokasi yang dipulihkan, Ekoriparian:Waduk Cipta Karya–Pekanbaru, Riau,
dan Pemulihan Lahan di  Desa Wonosari, Kabupaten Sempaja. Sedangkan 3R-nya  Pusat Kegiatan Publik (Sekolah, Pasar, dan Perkantoran“Ini merupakan additional value program yang diakui sebagai kegiatan pelatihan yang dapat dibuktikan dengan sertifikat,” ujar Sigit

Karya pemenang disebarluaskan di Pertemuan Ketiga EDM-CSWG
Sebagai bentuk apreasi atas karya peserta, KLHK akan melakukan penyebarluasan hasil karya dari seluruh pemenang dalam agenda pertemuan ketiga Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (3rd EDM -CSWG) dan Joint Environment and Climate Ministers’ Meeting (JECMM) di Bali pada tanggal 29 Agustus – 1 September 2022 dan juga seluruh website dan media sosial lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, apreasi khusus untuk desain pemulihan, rancangan pemenang utama akan direalisasikan untuk dibangun pada tahun 2023.

Pemenang Lomba

Berikut adalah daftar para pemenang Lomba Hari Lingkungan Hidup Seduni Tahun 2022 yang berhak mendapatkan sertifikat apreasiasi oleh Menteri LHK dan uang pembinaan.

Juara Lomba Karya Tulis Kategori SMP:
-Juara 1 :  Bagus Al Afiat Ramadhani dan Faiq Admaja Wibowo (SMP Progresif Bumi  Shalawat).
-Juara 2 :  Victoria Christa Emmanuella dan Sulthan Naufal Fatah (SMPN 1 Palangka  Raya dan SMPN 2 Palangkraya).
-Juara 3 :  Ellen Angelica dan Ananda Prastitha Putri (SMP Negeri 5 Kota Mojokerto)
Juara Lomba Karya Tulis Kategori SMA:
-Juara 1 :  Kamila Azra Nur Izzati dan Khoirul Anam (SMAN 2 Semarang)
-Juara 2 :  Rafida Gaitha Widyasari Putri dan Ilham Adinata Djatmika (SMAN 2  Semarang)
-Juara 3 :  Sri Fidya Ananda dan Devita Dwi Stya Agistin (MAN 2 Tuban)
Juara Penyutradaraan Terbaik Lomba Video Sinematik Lingkungan:
-Patamuan Talino Studio

Juara Penyuntingan Terbaik Lomba Video Sinematik Lingkungan:
-Aliansi Production
Juara Sinematografi Terbaik Lomba Video Sinematik Lingkungan:
-Ben Apik Production
Juara Favorit Lomba Video Sinematik Lingkungan:
-Kumuh Bisa Sembuh (Karya Dari Asla Production
Juara Lomba Video Sinematik Lingkungan:
-Juara 1 :  Sunge: Mata Ai’ Paridupatan (Patamuan Talino Studio)
-Juara 2 :  Aliansi - Sinergi Antara Peradaban dan Konservasi di Susur Sungai Brantas
   (Aliansi Production).
-Juara 3 :  Sungai Oyo: Dahulu Kini dan Nanti (Ben Apik Production)
Juara Favorit Konsep Pelibatan Masyarakat Lomba Desain Pemulihan:
-Waja Sampai Kaputing, Universitas Lambung Mangkurat.
Juara Favorit Konsep Desain Teknis Lomba Desain Pemulihan:
-Abiuna, IPB University.
Juara Favorit Konsep Pemulihan Lingkungan Lomba Desain Pemulihan:
-Agroteknologi UIN SGD BDG, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
Juara Utama Lomba Desain Pemulihan:
-Anthurium, Institut Teknologi Bandung dan IPB University. (*)

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler