Capaian Vaksinasi Riau Kurang dari 5 Persen Lagi Mencapai Target

Capaian Vaksinasi Riau Kurang dari 5 Persen Lagi Mencapai Target

RIAUMANDIRI.CO - Capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Riau telah mencapai 65,87 persen. Ditargetkan, hingga akhir tahun 2021 ini, capaian vaksinasi mencapai target 70 persen dari jumlah masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Menggesa capaian 70 persen selain perintah dari pusat, juga untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok guna menekan penyebaran covid-19. Selain itu, masyarakat juga tetap diiambau selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes), seiring dengan berjalannya program vaksinasi.

“Capaian vaksinasi kita sekarang berlahan sudah mulai naik, dengan berjalannya program jemput bola ke rumah masyarakat yang belum divaksin di Kabupaten/Kota. Sekarang vaksin sudah mencapai 65,87 persen, tinggal 4 sampai 5 persen lagi target mencapai 70 persen, kalau bisa melebihi,” ujar Plt Kadis Kesehatan, Masrul Kasmy, Senin (20/12).


“Sebelumnya, capaian vaksin kita berada di bawah Sumatra Barat, tapi sekarang kita jauh lebih tinggi. Selama bulan Desember ini kita terus gesa pelaksanaan vaksin. Riau bergerak, vaksinasi melonjak, kita bisa!. Dan selalu ingat Prokes tetap dijalankan,” tambah Masul Kasmy.

Sementara itu, untuk capaian pelaksanaan vaksinasi Pekanbaru masih menjadi daerah yang capaian tertinggi di Riau. Kota Pekanbaru yakni 91,26 persen, disusul Kota Dumai 75,69 persen, Kuansing 67,61 persen, Bengkalis 67,53 persen, Siak 61,71 persen, Inhu 62,19 persen, Pelalawan 60,64 persen.

“Pekanbaru masih tertinggi, bahkan sudah mencapai 91,26 persen. Sedangkan daerah lainnya yang belum mencapai di atas 60 persen di antaranya Inhil, Rohul, Meranti dan Kabupaten Kampar. Kami minta masyarakat untuk divaksin, dan stok vaksin kita masih mencukupi,” kata Masrul Kasmy yang juga asisten I Setdaprov Riau ini.

Sementara itu, untuk kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Riau, masih berada di bawah 10 kasus. Pada kasus harian, Senin (20/12), terdapat penambahan pasien terkonfirmasi positif 5 kasus, total 138.525 kasus positif. Untuk pasien yang sembuh bertanbah 2 pasien, total 124.358 pasien sembuh, dan tidak terdapat pasien meninggal akibat Covid-19.

PeduliLindungi di Pusat Perbelanjaan

Di sisi lain, menjelang masuknya perayaan Natal pada 25 Desember mendatang, dan tahun baru 2022, pemerintah telah mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau. Gubernur Syamsuar meminta agar pengelola mal yang ada di Kota Pekanbaru dan daerah lainnya untuk membuka posko PPKM dan posko vaksin.

Posko PPKM dan posko vaksin di mal dan pusat perbelanjaan ditujukan untuk memastikan orang yang masuk dalam kondisi sehat dan sudah divaksin. Sehingga tidak terjadi penyebaran saat berada di mal atau pusat berbelanja.

"Khusus di mal-mal, pertama akan dibuat posko PPKM, dan yang kedua adalah posko vaksin. Jadi di mal akan kita siapkan vaksin, termasuk di terminal jalan darat, ini juga kami minta siapkan jadi nanti vaksinasi ini betul-betul dimaksimalkan,” ujar Gubri.

Dijelaskan Gubri, saat ini capaian vaksin di Riau terus bergerak, selain dilakukan program door to door di Kabupaten Kota, dan menggandeng TNI Polri turun ke lapangan. Ia juga meninta sekolah-sekolah ikut mengadakan program vaksinasi bagi anak-anak 6-11 tahun.

“Anak-anak usia 6-11 tahun dikoordinasikan dengan Kabupaten/Kota, tidak hanya anak-anak tapi juga lansia. Bisa saja di sekolah, bagusnya di sekolah dilaksanakan,” tegas Gubri.

Sementara itu, salah seorang pedagang handphone di mal Pekanbaru mengatakan, ia sebagai pedagang di dalam mal juga diperiksa kesehatan dan dipastikan sudah divaksin melalui aplikasi pedulilindungi. Dan dalam beberapa hari ini, sudah diberlakukan penerapan masuk mal dengan aplikasi peduli lindungi.

“Selain mematuhi prokes di dalam mal, dengan memakai masker, kami juga diperiksa saat masuk kerja. Kalau tidak ada aplikasi pedulilindungi tidak bisa masuk. Bagus juga ada aplikasi ini, jadi kita agak merasa aman kalau pembeli juga sudah dipastikan divaksin, dan sehat,” kata Susi.

“Lebih baik mengikuti aturan yang telah ditetaapkan, asal kami bisa berjualan dan masyarakat juga bisa berbelanja di mal. Sudah setahun ini kami berkurang pendapatan, alhamdulillah dalam sebulan ini mulai agak ramai,” tambahnya.



Tags Vaksinasi