Politik

18 Petugas KPU di Riau Ditimpa Musibah Saat Bertugas, 5 Meninggal, 1 Keguguran

Patma Areta, anggota KPPS 17 Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabuparen Rokan Hulu, mengalami keguguran anak pertama saat bertugas.

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 yang baru pertama kali digelar di Indonesia, tidak hanya memakan waktu yang panjang dan melelahkan, tapi juga telah memakan korban jiwa sejumlah petugas KPU daerah.

Di Riau, hingga Senin (21/4/2019) dini hari pukul 01.53 WIB, tercatat sebanyak 18 petugas KPU, baik petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), ditimpa musibah dalam kurun waktu sejak pemungutan suara di TPS hingga proses rekapitulasi di tingkat PPK.  

Berdasarkan data KPU Riau, seperti disampaikan Koordinator Divisi SDM KPU Riau Nugroho Noto Susanto, Senin dini hari ini, dari 18 yang petugas tersebut, 5 orang meninggal dunia, 1 keguguran anak pertama, 2 diserang stroke, 4 orang pingsan, 1 jatuh dari sepeda motor, 1 jatuh di kamar mandi karena kehilangan penglihatan dan 4 lagi kelelahan dan linglung. 

Lima orang petugas yang meninggal dunia adalah, pertama, Suratinizar, Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, meninggal karena kecelakaan setelah bertugas. Kedua, Yansen Andrys David, Ketua KPPS TPS 5 Kelurahan Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis meninggal dunia akibat serangan jantung. Ketiga, Umar Banu, Ketua KPPS 16 Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir. Keempat, Ema, anggota KPPS 1 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, yang baru meninggal Ahad malam ini, sekitar pukul 21.00 WIB, setelah mengalami kecelakaan pada pukul 18.30 usai menjalankan tugas. Dan Faisal, ST, Ketua KPPS TPS 01 Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, yang meninggal dunia pada Senin (22/4/2019) dini hari, sepulang mengikuti Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di kecamatan.

Kemudian satu orang petugas bernama Patma Areta, anggota KPPS 17 Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabuparen Rokan Hulu, mengalami keguguran anak pertama dan sudah pulang ke rumah setelah dirawat di rumah sakit. Saat ini sedang menunggu jadwal kuret.

Selain itu, ada dua orang petugas diserang stroke saat bertugas. Keduanya adalah, Adrizon, Ketua KPPS 51 Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Dia terkena stroke saat penghitungan suara di TPS. Satu orang lagi, bernama Samaun, anggota KPPS 38 Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, juga diserang stroke. Saat ini dirawat di Eka Hospital Pekanbaru.

Sedangkan empat petugas yang pingsan adalah, pertama, Ismi Susilawati, Ketua PPK Senapelan, Kota Pekanbaru. Pingsan saat pleno tingkat kecamatan. Kedua, Sugiharto, petugas KPPS yang pingsan saat pleno di Desa Gading Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, dan dirujuk ke Rumah sakit Prima. Ketiga, Erwin, PPK Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, yang pingsan saat pleno. Dan yang keempat, Annisa Sholehati, PPK Kecamatan Kuok, Kampar, yang pingsan saat pelaksanaan pleno dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat.

Selanjutnya yang terjatuh bersama sepeda motor adalah bernama Umi Kalsum, Ketua KPPS 1 Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Ia usai dari TPS, terjatuh bersama sepeda motor. Saat ini dirawat di RS Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Berikutinya, Awaludin, Sekretaris PPS di Kecamatan Langgam, Pelalawan, jatuh di kamar mandi saat istirahat salat. Ia kehilangan penglihatan. Saat ini sudah keluar RS dan penglihatan sudah normal.

Sementara itu, petugas yang mengalami kelelahan adalah, Ranitidin Hariani, anggota KPPS di TPS 1 Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan. Ia mengalami kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat sama sekali. Saat ini dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Terbangiang.
Yang mengalami nasib sama dengan Ranitidin adalah rekannya bernama, Bakhtiar, anggota KPPS TPS 1 Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, yang juga kelelahan akibat bekerja 24 jam tanpa istirahat sama sekali. Saat ini dirawat di Puskesmas Pembantu di Desa Terbangiang.

Kemudian yang mengalami kelelahan bernama Ali Akbar, anggota KPPS TPS 1 Desa Permai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia linglung, takut ketemu dengan polisi dan orang lain. Kejadiannya setelah menyelesaikan penghitungan suara sampai jam 5 subuh.

"Dan petugas yang mengalami kelelahan lainnya adalah Desi Riya Sandi, Ketua PPS Desa Sepungguk Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, saat ini dirawat jalan," beber Nugroho Noto Susanto, dini hari tadi. 


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar