Bertemu Ketua GOlkar Pekanbaru

Wacana Duet Firdaus-Ide Mencuat

Wacana Duet Firdaus-Ide Mencuat

PEKANBARU (riaumandiri.co)- Dua bakal calon walikota Pekanbaru yang bakal maju pada pemilihan walikota Pekanbaru 2017 mendatang, Firdaus MT dan Dastrayani Bibra, secara mengejutkan tampak berada di Kantor Gubernur Riau, Rabu (24/8).

Wacana duet Firdaus dengan Dastrayani yang akrab disapa Ide ini pun mencuat. Wacana itu diperkuat dengan kehadiran dua balon walikota Pekanbaru bersama Ketua DPD II Golkar Pekanbaru, Erizal Muluk dan pengurus DPD I Golkar Riau, Masnur.

Berdasarkan informasi yang berkembang pertemuan pengurus Golkar Riau, Pekanbaru dan Kampar ini membahas, persiapan menghadapi Pilwako dan Pilkada Kampar.


Ide ketika ditemui usai pertemuan tersebut menolak untuk menjawab hasil pertemuan tersebut. Ia mengatakan masih menunggu saja apa yang menjadi keputusan Golkar.

"Pertemuan biasa belum ada pembahasan lain," ujar Ide. Ketika ditanya apakah akan ada wacana duet bersama Firdaus MT, pada Pilwako mendatang. Ide juga enggan mengomentarinya.

"Belum ada, nantilah ya," kata Ide sambil masuk ke dalam mobilnya. Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan tidak ada pertemuan khusus Ide dan Firdaus MT. Karena dirinya tidak ada bertemu Firdaus.


"Bertemu walikota tidak ada, mungkim ada urusan lain," singkat Andi Rachman, yang didampingi Ketua DPD II Golkar Riau, Erizal Muluk. Sementara itu, Firdaus MT usai pertemuan tidak ada tampak keluar dari depan pintu Kantor Gubernur Riau, begitu juga dengan Masnur, yang tampak keluar dari belakang pintu Kantor Gubernur Riau.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Pekanbaru Erizal Muluk menyebutkan sampai saat ini DPP Golkar belum memutuskan siapa yang akan diusung dalam pilwako Pekanbaru tahun depan. Ketua Komisi D DPRD Riau ini menegaskan golkar tetap mempriritaskan kader mereka untuk menjadi calon walikota, karena Golkar memiliki kursi legislatif terbanyak di DPRD Pekanbaru.

"Jadi, sebagai kursi terbanyak, Golkar mengusung kader menjadi calon walikota dan siapa pun atau partai apapun yang berkoalisi harus siap menerimanya," tegas Erizal.***