Kunjungi Rumah Oksigen

Bupati Minta Camat Cepat Tanggap

Bupati Minta Camat Cepat Tanggap

Pangkalan Kerinci (HR)-Bupati Pelalawan HM Harris mengharapkan para camat untuk cepat tanggap jika ada warganya yang terkena penyakit ISPA yang disebabkan kabut asap.

Apalagi, saat ini berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Pelalawan dalam mengantisipasi serta memberikan pelayanan bagi masyarakat daerah ini, terkait bencana asap yang terjadi di Riau khususnya Kabupaten Pelalawan.

Selain dibuat Posko Evakuasi yang menyediakan tabung oksigen gratis bagi masyarakat, Bupati juga menegaskan agar puskesmas bisa buka 24 jam dalam melayani masyarakat.

Harapan tersebut diungkapkan Bupati Pelalawan HM Harris saat meninjau Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja yang disulap sementara menjadi Rumah Oksigen bagi masyarakat di daerah ini, Jumat (30/10).

Harris mengatakan bahwa tak hanya sekedar antisipasi bagi korban kabut asap saja yang menjadi perhatian. Pencegahan atau antisipasi agar kabut asap tak terulang lagi juga menjadi titik perhatiannya juga.

Karena itu, selain imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan terus disosialisasikan, dirinya juga turun ke lapangan untuk memadamkan api bersama-sama petugas Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Pelalawan.

"Saya meninjau langsung titik-titik yang terbakar bahkan ikut memadamkan api bersama mereka. Dan saya harapkan juga untuk seluruh perusahaan di daerah ini agar membuat kantong-kantong air agar bila terjadi kebakaran dapat segera diantisipasi," tandasnya.

Sementara dari data yang disampaikan Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, untuk tanggal 30 Oktober yang berlaku sampai jam 07.00 tanggal 31 Oktober besok, angin secara umum dari arah timur dengan kecepatan 05-15 knot atau 09-29 km/jam, dengan temperatur max 31.0-33.5 cc.

"Secara umum, cuaca di wilayah Riau berawan dan diselimuti kabut asap tipis. peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang bahkan dapat disertai petir dan angin kencang, akan terjadi pada siang, sore atau malam," katanya mengutip data dari BMKG Riau pada media ini, Jum'at (30/10).

Dikatakannya, untuk di kabupaten Pelalawan sendiri tak ada titik hotspot yang terdeteksi namun di Riau masih ada lima (5) titik hotspot yakni di Bengkalis 2 titik, kuansing, Rohul dan Inhu masing-masing satu titik. Namun secara keseluruhan titik api jauh menurun dibanding seminggu yang lalu bahkan jarak pandang pun untuk di Kabupaten Pelalawan sudah mencapai 2 Km.

Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Drs Syafruddin, saat dikonfirmasi soal kegiatan belajar mengajar menjelaskan bahwa dengan kondisi kabut asap yang sudah jauh menurun ini maka ada beberapa sekolah yang sudah mulai melakukan proses belajar-mengajar pada Kamis kemarin (29/10), meski pihaknya sudah megninstruksikan libur situasional sampai Sabtu besok (31/10).

"Sudah ada beberapa sekolah yang masuk pada, Kamis (29/10) kemarinmeski kami menginstruksikan libur situsional sampai hari ini, Sabtu (31/10), tapi itu tak menjadi masalah. Apalagi kabut asap memang jauh menipis, kita harapkan, Senin (2/11), proses belajar-mengajar sudah kembali normal seperti dulu lagi," tutupnya. (pen)