Jamiluddin Ritonga: Faktor Anies Dielukan di Mandalika

Rabu, 23 Maret 2022 - 09:39 WIB
Anies Baswedan saat menonton MotoGP Mandalika 2022 (Ist)

RIAUMANDIRI.CO - Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (20/3/2022) mendapat sambutan luar biasa. Anies dielu-elukan para pengunjung sebagai presiden.

Menurut penilaian pengamat komunikasi politik M Jamiluddin Ritonga, masyarakat di Mandalika mengelukan Anies karena menilai Anies memang layak menjadi presiden.

"Kelayakan itu dinilai oleh masyarakat berdasarkan kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta selama ini," kata Jamil kepada media ini, Rabu (23/3/2022).

Mereka yang menilai Anies itu kata Jamil  berasal dari kalangan menengah ke atas yang datang dari berbagai daerah untuk menonton MotoGP.

Mereka ini menilai Anies berdasarkan informasi yang diterima dari media massa dan media sosial.

"Penilaian mereka tentunya atas pertimbangan jernih, baik karena kepemimpinan maupun kinerja Anies. Mereka menilai bukan atas emosi tapi ratio, sehingga penilaiannya sangat rasional," kata mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta itu.

Jamil melihat kejadian di Mandalika itu, mengindikasikan ada pemilih rasional yang mengharapkan Anies menjadi presiden mendatang.

"Mereka juga menginginkan presiden yang mengambil keputusan atas pertimbangan rasional. Hal itu memang dilakukan Anies dalam mengambil keputusan," kata Jamil.

Jamil mencontohkan dalam penanganan pandemi Covid-19. Anies mencontohkan kepada pusat cara mengambil keputusan yang rasional dalam penanganan pandemi Covid-19. Cara ini sangat diterima kalangan menangah atas.

Selain itu, Anies juga dinilai pemimpin yang demokratis. Ia tidak pernah menunjukan amarah saat dikritik dan dihujat. Semua kritik dan hujatan dibalas Anies dengan senyum.

"Kelas menengah ke atas tentu menyukai pemimpin yang lebih demokratis. Sebab, bagi kelas menengah ke atas kebebasan berpendapat mutlak diperlukan. Mereka tampaknya yakin, Anies dapat mengakomodir kebebasan berpendapat bila menjadi presiden," kata pengajar Universitas Esa Unggul itu.

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler