Forkomakusi Berharap Kapolres Baru Selesaikan Masalah PETI

Jumat, 17 April 2015 - 08:15 WIB
ilustrasi

TELUK KUANTAN (HR)-Forum Komunikasi Mahasiswa Kuantan Singingi se-Indonesia (Forkomakusi) menyorot lemahnya penegakan hukum terhadap PETI yang sudah menjamur. Meski Kapolres silih berganti, namun belum berhasil memberantas PETI.

Demikian disampaikan Sekjen Forkomakusi, Jeki Efry Yunas jelang Serah terima Jabatan Kapolres dari AKBP Bayuaji Irawan kepada AKBP Edy Sumardi. Forkomakusi menilai, Kapolres terdahulu gagal menyelesaikan persoalan PETI.

"Tentunya kita berkaca kepada kondisi saat ini, dimana aktivitas PETI kian marak, tidak hanya di aliran sungai, tapi juga masuk di wilayah perkebunan," ujar Jeki, Kamis (16/4).

Akibat lemahnya tindakan hukum oleh aparat penegak hukum, masyarakat kian tertarik untuk menjadi pemodal PETI atau Dompeng. Tidak hanya masyarakat Kuansing, tapi juga pemodal yang datang dari seluruh penjuru.

"Awalnya masyarakat kita takut-takut, namun melihat orang dari luar aman-aman saja, mereka jadi ikut. Tentu ini menjadi tantangan bagi Kapolres yang baru," ujar Jeki.

Kalau tak ada gebrakan baru, berarti gagal. Sama dengan pendahulunya. Masyarakat berharap Kapolres yang baru mampu mengatasi berbagai persoalan, mulai dari Dompeng sampai tingginya tindak kejahatan.

"Kapolres ini tentu harus lebih baik dari sebelumnya, jangan ada dusta diantara kita. Terutama berkenaan dengan penertiban dompeng," ucap Jeki.(mg2)

Editor:

Terkini

Terpopuler