Tiga KIH Selesai Dibangun, Ketua DPD RI Yakin Indonesia Mampu Gaet Pasar Dunia

Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:24 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (DPD RI)

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti apresiasi tercapainya target pemerintah membangun tiga kawasan industri halal (KIH).

"Kita harapkan dengan adanya KIH ini bisa dimanfaatkan untuk menggaet pasar produk halal dunia," kata LaNyalla, Sabtu (8/5/2021).

Tiga KIH yang telah dibangun pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, Safe n Lock Halal Industrial Park Sidoarjo di Jawa Timur, serta Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Senator Jawa Timur itu mengatakan, tiga KIH yang telah dibangun tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

“Belum 5 tahun, target operasional 3 kawasan industri halal sudah tercapai. Kita patut mengapresiasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), beserta Kementerian dan Lembaga terkait lainnya atas pencapaian ini,” tuturnya.

Ditambahkan LaNyalla, total ada 6 KIH yang masuk dalam program pembangunan pemerintah. Tiga KIH lainnya adalah Kawasan Industri Batamindo di Batam Kepulauan Riau, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung, dan Kawasan Industri Surya Borneo di Kalimantan Tengah.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jatim itu meminta komitmen pemda terhadap pembangunan KIH. Pemda juga diharapkan menggandeng stakeholder terkait, termasuk MUI setempat.

“Sehingga saat kawasan industri halal ini beroperasi, pelaku usaha dan produk halal sudah siap. Kita harus bersama-sama mendukung pengoperasionalan KIH karena juga akan berdampak terhadap perekonomian daerah,” tuturnya.

LaNyalla pun menilai perlunya persiapan infrastruktur penunjang KIH sejak jauh hari. Mulai dari jalur distribusi, hingga akses jalan.

“Dengan berjalan beriringan, pelaku usaha tidak berjalan sendiri. Maka dari itu sinergi bersama pemerintah daerah sangat penting. Termasuk juga regulasi daerah jangan sampai menghambat perkembangan KIH,” kata LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang ini pun menyoroti mengenai sektor usaha yang dikembangkan dalam kawasan industri halal. Saat ini, sektor yang diprioritaskan masuk dalam produksi KIH adalah sektor makanan dan minuman, fashion, farmasi dan kosmetik.

“Saya harap sektor ini diperluas. Apalagi kita membidik pasar negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Perlu dipertimbangkan pengembangan sektor kerajinan. Indonesia kan dikenal dengan seni budayanya yang autentik, kita bisa manfaatkan itu,” sebutnya.

Salah satu bentuk kerajinan yang bisa dibuat lewat KIH, menurut LaNyalla, seperti pembuatan tasbih dari batu akik. Selain itu bisa juga dengan kayu, yang menjadi ciri khas Indonesia.

“Batu akik Indonesia itu terkenal sampai mancanegara. Ada batu bacan seperti yang diberikan kepada Barrack Obama, lalu ada kecubung dan lain sebagainya. Saya yakin jika kita membawa produk unik, produk-produk industri halal Indonesia akan mendunia,” tegasnya.

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler