Replanting di Kuansing, PPKS Medan Sudah Salurkan 290.111 Bibit Unggul ke Petani

Rabu, 05 Mei 2021 - 06:16 WIB
Pembibitan sawit milik PPKS Medan, di Kebun Lado, Kuansing. (RMC/Hendra)

RIAUMANDIRI.CO, TELUK KUANTAN - Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan unit Kebun Lado, Kecamatan Singingi, M. Ali Tanjung SP mengatakan, realisasi bibit sawit untuk keperluan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting di Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir Kabupaten Kuansing yang dilaksanakan oleh pihaknya, hingga awal Mei ini telah mencapai 290.111 batang.

Dikatakan Tanjung, bibit unggul yang telah bersertifikasi itu disalurkan ke petani di sejumlah Desa di Kecamatan setempat yaitu, Desa Sungai Buluh, Simpang Raya, Sungai Kuning, Petai Baru, Sungai Sirih. Sementara lima Desa lainnya yang juga ikut program PSR, tidak lama lagi akan menerima pasokan bibit dari PPKS sesuai kebutuhan petani yang tergabung di PSR.

"Per hari ini Tanggal 3 Mei 2021, kami pihak PPKS selaku penyedia bibit sawit untuk kebutuhan PSR di 10 Desa yang berada di Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir Kuansing, sudah menyalurkan bibit kepada petani melalui KUD sekitar 290.111 batang. Kalau di persentasekan sudah ada sekitar 60 persen yang kita salurkan," ujar Tanjung saat berbincang dengan riaumandiri di lokasi pembibitan PPKS Medan Unit Kebun Lado, Senin (3/5/2021) kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya, bibit yang telah disalurkan ini sebagian sudah ditanam oleh para petani di lokasi kebun mereka. Bibit tersebut merupakan bibit unggul yang telah bersertifikasi untuk program peremajaan sawit rakyat yang digagas pemerintah pusat. Semua bibit yang disalurkan terlebih dahulu melalui proses seleksi oleh berbagai pihak, termasuk seleksi oleh petani itu sendiri.

"PPKS selaku produsen benih sawit terbesar pastinya memberikan bibit kualitas unggul bersertifikasi ke petani. PPKS dalam hal penyedia bibit pada PSR ini tidak semata-mata menjual bibit saja, kita juga melakukan pendampingan khusus ke petani, melakukan monitoring purna jual dan memantau perkembangan tanaman dilokasi PSR," katanya.

Ahmad (31) pemilik lahan warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir  yang ikut program PSR ini. Dia merelakan dua hektare kebun sawit ditanami kembali dengan tanaman baru. Kebunnya sebelumnya sudah tua, tidak produktif." Saya ikut PSR karena memang kebun saya sudah tidak produktif lagi, usiamya sekitar 30 tahun. Alhamdulillah kini sudah diremajakan, dan sudah selesai ditanam bibit," ujarnya.

Dia merasa terbantu dengan dana hibah dari pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Per hektare, dikatakan dia dapat Rp 25 juta. Uang itu untuk pembiayaan dan operasional peremajaan sawit. "Saya berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini, lahan saya sudah ditanami sawit baru menggunakan bibit unggul," kata Ahmad.

Misngat (57) warga Desa Sungai Kuning Kecamatan Singingi ini, meremajakan kebun seluas empat hektare. Kebun sawit itu merupakan salah satu penyokong ekonominya, sebagai sumber penghasilan dan merasa perlu mengikuti program PSR ini. Sama halnya dengan Ahmad, kebun milik Misngat ini juga sudah tidak produktif karena berusia tua.

"Tentunya saya bersyukur, program PSR sangat membantu sekali karena biaya operasionalnya gratis. Ini sebuah peluang memperbaiki produksi dan kualitas buah karena bibit sawitnya unggul bersertifikasi, makanya kemarin itu saya langsung daftar melalui KUD. Alhamdulillah terealisasi dan kini lahan saya yang kemarin sudah selesai tumbang chipping itu juga telah tuntas penanaman bibitnya," ungkapnya.

Wahid (55) warga Desa Petai Baru Kecamatan Singingi, sebagai petani yang ikut pada program PSR itu, dirinya semakin bersamangat mengembangkan kebun sawit. Hal itu setelah dia mendapatkan bantuan bibit unggul untuk ditanam dilahan miliknya seluas dua hektare. Ia sangat senang dan berterimakasih kepada pemerintah yang telah peduli dan membantu dirinya.

"Pastinya kami senang sekali dapat bantuan peremajaan sawit dari pemerintah. Apalagi ditengah situasi sulit pada musim pandemi covid-19. Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan kebun sawit kami," katanya.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler